7 Langkah Penting Cara Merawat Kawat Gigi yang Benar

Kawat gigi atau behel menjadi pilihan banyak orang untuk merapikan susunan gigi. Namun, dibutuhkan perhatian ekstra untuk perawatannya. Pasalnya keberadaan kawat gigi justru menyebabkan makanan lebih mudah tersangkut dalam mulut. Jika tidak ditangani dengan benar, anda bisa saja terancam dengan masalah mulut berbau, penumpukan plak, hingga radang gusi.

Lantas, apa saja hal-hal yang perlu anda perhatikan untuk menghindari masalah-masalah tersebut? Berikut adalah tips merawat kawat gigi alias behel.

Gunakan Sikat Gigi yang Tepat

Bagi anda yang mengenakan kawat gigi, anda bisa menggunakan sikat gigi khusus. Sikat gigi khusus kawat gigi ini memiliki beberapa perbedaan dari sikat gigi biasa. Misalnya saja bentuk kepala sikat yang lebih kecil, serta memiliki potongan bulu berbentuk V, sehingga bulu di bagian tengah menjadi lebih pendek dibandingkan bagian pinggir. Desain ini bertujuan agar sikat gigi mampu menjangkau sela-sela antar gigi, maupun celah-celah yang terhalang karena kawat gigi.

Sikat gigi khusus kawat gigi juga memiliki bulu halu nan lembut untuk menyapu segala sisa makanan di permukaan gusi maupun sela-sela gigi dan kawat.

Selain itu, anda juga harus memperhatikan kondisi sikat gigi yang digunakan. Umumnya, sikat gigi bisa berfungsi secara optimal dalam jangka waktu dua hingga tiga bulan. Jangan lupa untuk mengganti sikat gigi secara berkala supaya kebersihan gigi terjaga dengan baik.

Perhatikan Cara Menyikat Gigi yang Benar

Tidak hanya alatnya saja yang perlu diperhatikan, melainkan cara menyikat gigi pada pengguna behel juga tidak bisa dianggap remeh. Mungkin pasien yang baru saja mengenakan kawat gigi akan merasakan kesulitan ketika menggosok gigi. Tapi cobalah untuk membiasakan diri menggosok gigi dengan cara yang benar, berikut ini.

Pertama-tama, berkumur dengan air terlebih dahulu untuk melunakkan sisa makanan dalam mulut. Pegang sikat gigi sejajar dengan sisi gigi. Untuk deretan gigi atas, sapu gigi dari arah atas ke bawah. Begitu pula sebaliknya, untuk deretan gigi bawah, sapu gigi dari arah bawah ke atas. Bersihkan satu sisi selama beberapa detik sebelum beralih ke sisi gigi lain.

Periksa kembali gigi anda untuk memastikan gigi telah dibersihkan dengan sempurna. Jika sudah selesai, jangan lupa untuk berkumur kembali hingga bersih. Jangan lupa untuk menyikat gigi setidaknya dua kali sehari atau setiap sesudah makan.

Pilih Pasta Gigi Khusus

Pasta gigi khusus pengguna kawat gigi umumnya mengandung zinc. Kandungan ini berfungsi sebagai anti bakteri untuk mencegah kemungkinan terjadinya infeksi maupun peradangan. Pasta gigi juga harus mengandung fluoride untuk mengembalikan mineral gigi yang hilang, juga untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang bisa menyebabkan gigi berlubang. Jika diperlukan, anda juga bisa menggunakan obat kumur yang mengandung fluoride untuk perlindungan tambahan.

Coba Gunakan Dental Floss

Dental floss atau benang gigi khusus bisa menjadi alat tambahan untuk memaksimalkan proses pembersihan gigi. Bagi anda yang belum terbiasa menggunakannya, mungkin akan merasa sedikit kesulitan. Tapi tidak ada salahnya untuk berlatih menggunakan dental floss, dengan trik berikut ini.

Siapkan benang atau dental floss kira-kira sepanjang 50 cm, lalu kaitkan ujung benang ke jari telunjuk. Masukkan benang di antara gigi, lalu gesekan ke atas dan bawah. Setelah selesai, anda bisa mengeluarkan benang dan berlanjut ke celah gigi selanjutnya. Pastikan untuk tidak menggunakannya terlalu keras, supaya tidak menyebabkan iritasi pada gusi.

Gunakan Oral Irigator

Oral irrigator atau water flosser atau waterpik, merupakan sebuah alat yang bisa menyemprotkan air ke dalam mulut anda. Cukup dengan menekan tombol, maka air akan disemprotkan dengan tekanan yang stabil sehingga sisa makanan akan luruh. Alat ini cukup mudah digunakan. Anda bisa mendapatkannya di marketplace, kendati harganya cukup mahal. Jika anda belum nyaman menggunakan dental floss, maka oral irrigator ini bisa dijadikan pilihan.

Jaga Konsumsi Makanan dan Minuman

Selama anda menggunakan kawat gigi, sebaiknya hindari makan makanan yang keras untuk mencegah kawat gigi bergeser. Selain itu, hindari makanan lengket seperti permen karet, ketan, moci, dodol dan marshmellow, karena akan menyulitkan proses pembersihannya apabila tersangkut. Selain itu, makanan lengket juga memperbesar resiko penumpukan bakteri.

Tentu saja anda juga perlu meminimalisir makanan manis dan asam, sebagaimana cara merawat gigi pada umumnya. Hal ini untuk mencegah penumpukan plak, serta munculnya karies atau karang gigi. Minum air putih yang cukup juga penting dilakukan, untuk menyingkirkan sisa-sisa makanan di mulut.

Perawatan kawat gigi membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni sekitar satu hingga tiga tahun. Oleh karena itu, konsisten dan disiplin dalam merawat kawat gigi adalah hal yang sangat penting bagi pasien.

Jika anda membutuhkan pendampingan dari ahli orthodonti, dapat menghubungi IM Dental Specialist Clinic untuk konsultasi kawat gigi /behel dan pemeriksaan gigi secara menyeluruh. Baik sudah mengenakan maupun belum mengenakan kawat gigi, anda bisa menghubungi nomor kami di atas halaman ini.

Mengenal Proses Pemutihan Gigi dengan Laser

Gigi putih bersih menjadi dambaan semua orang. Apalagi jika pekerjaan anda menuntut penampilan yang menarik, maka gigi putih adalah salah satu aspek yang harus diperhatikan.

Sayangnya, sebagian orang kesulitan dalam menjaga warna giginya sehingga membutuhkan treatment pemutihan dari dokter gigi. Apakah anda salah satunya?

Faktor-faktor yang Mengubah Warna Gigi

Faktor utama gigi menjadi kuning atau kecoklatan adalah konsumsi bahan makanan atau minuman tertentu. Misalnya saja teh, kopi, wine, minuman bersoda, minuman berenergi, buah berwarna pekat, maupun permen. Bahan-bahan tersebut mengandung kromogen yang bisa meninggalkan noda pada permukaan gigi.

Makanan atau minuman yang dengan tingkat keasaman tertentu juga mampu mengikis lapisan enamel dan menyebabkan gigi berubah warna. Misalnya pada kopi yang mengandung tannin sekaligus asam. Tannin akan meninggalkan noda pada gigi, sedangkan sifat asam pada kopi akan membuat tannin lebih mudah bereaksi pada permukaan gigi.

Tembakau pada rokok juga bisa mengubah warna gigi menjadi kekuningan. Baik dihisap maupun dikunyah, tembakau akan menimbulkan efek kuning pada gigi. Selain itu, seiring dengan bertambahnya usia, gigi manusia akan cenderung lebih menguning.

Mengapa Memutihkan Gigi dengan Laser?

Ada beberapa cara untuk memutihkan gigi, misalnya saja dengan strip pemutih, gel pemutih, pasta gigi pemutih, veneer, maupun dengan laser. Untuk memutihkan gigi dengan laser memang relatif mahal, namun metode ini memiliki tingkat efektivitas yang cukup tinggi. Gigi putih yang didapatkan dengan laser bisa bertahan beberapa bulan hingga tiga tahun, tergantung dari gaya hidup dan perawatan gigi pasien.

Siapa Saja yang Bisa Menjalani Metode Ini?

Ada beberapa kriteria kondisi di mana seseorang diperbolehkan memutihkan gigi dengan laser. Tentu saja, gigi pasien sebaiknya bebas dari karang gigi maupun gigi berlubang. Anda juga tidak boleh menjalani pemutihan gigi dengan laser apabila sedang memiliki penyakit radang gusi dan jaringan periodontal, memiliki gigi yang abrasi, atrisi, dan erosi gigi, ataupun memiliki penyakit hipertensi, kanker, dan penyakit gangguan endokrin. Jika anda sedang menjalani pengobatan tertentu, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Selain itu, pasien di bawah 19 tahun juga tidak disarankan mendapat perawatan laser karena lapisan gigi yang masih tipis, di mana laser justru akan mengiritasi saraf gigi mereka. Ibu hamil, ibu menyusui dan orang-orang yang memiliki riwayat alergi zat peroksida juga sebaiknya tidak memutihkan gigi melalui teknik laser.

Prosedur Memutihkan Gigi dengan Laser

Sebelum perawatan, dokter gigi akan memastikan gigi anda bebas dari karang gigi maupun gigi berlubang, guna meminimalisir rasa ngilu yang dihasilkan setelah treatment laser. Jadi, anda tidak perlu gelisah apabila dokter gigi anda menyarankan scaling atau pre-treatment lainnya sebelum anda menjalani prosedur pemutihan gigi. Dokter gigi juga akan mencatat kode warna gigi anda sebagai pembanding dengan hasil setelah treatment nantinya.

Pertama-tama, maka dokter gigi akan membersihkan gigi pasien lalu mengeringkannya. Kemudian dokter gigi akan memasang pelindung di sepanjang garis gusi, untuk memudahkan proses pengolesan gel khusus di atas permukaan gigi. Gel ini mengandung zat pemutih dalam kadar tertentu. Kemudian gel ini disinari laser untuk aktivasi senyawa aktif dalam gel. Laser ini juga berfungsi untuk memberikan efek pencerah pada gigi yang lebih cepat, yakni sekitar 30-60 menit setelah perawatan dimulai. Laser yang digunakan untuk pemutihan gigi menggunakan sinar UV (Ultra Violet) atau LED (Light Emitting Diode).

Durasi untuk satu tahap pemutihan gigi membutuhkan waktu selama 8-15 menit, di mana dokter gigi akan mengulangi proses ini sebanyak 3 sampai 4 kali. Oleh karena itu, total waktu proses pemutihan gigi dengan laser ini bisa memakan waktu satu sampai dua jam.

Perawatan Setelah Memutihkan Gigi dengan Laser

Setelah anda mendapatkan perawatan memutihkan gigi dengan laser, anda perlu lebih memperhatikan gaya hidup anda supaya hasil pemutihan gigi bertahan lebih lama. Misalnya saja dengan mengindari makanan dan minuman yang bisa meninggalkan noda di gigi, berkumur dengan air putih setelah mengkonsumsi makanan dan minuman yang berwarna, serta mengurangi kebiasaan merokok.

Efek Memutihkan Gigi dengan Laser

Prosedur memutihkan gigi dengan laser bisa menyebabkan gigi terasa lebih sensitif selama satu hingga tiga hari setelah treatment. Hal ini bisa diminimalisir dengan menambahkan kandungan zat potassium nitrate dan fluoride ke dalam bahan gel pemutih yang digunakan.

Selain itu, sebelum mengambil tindakan ini, sangat disarankan bagi pasien untuk berkonsultasi dengan dokter gigi terlebih dahulu. Pasalnya, tidak semua kasus gigi kuning bisa diatasi dengan perawatan laser. Dokter gigi perlu mempelajari penyebab gigi kuning secara spesifik pada masing-masing pasien.

Kami dari IM Dental Specialist Clinic siap mendampingi anda mendapatkan perawatan gigi terbaik. Klinik kami ditunjang oleh peralatan dengan teknologi terkini , digital untuk meningkatkan kualitas perawatan gigi untuk anda. Segera booking jadwal pemeriksaan gigi di klinik gigi IM Dental Specialist melalui nomor telepon di bawah laman ini.

Perawatan Gigi yang Diperlukan Bagi Ibu Hamil

Mengandung buah hati merupakan salah satu momen paling membahagiakan bagi seorang ibu. Banyak yang perlu dipersiapkan menjelang kelahiran buah hati. Namun bukan berarti ibu hamil boleh mengabaikan kesehatan fisik tubuhnya sendiri. Justru saat mengandung, anda perlu memberi perhatian ekstra terhadap kesehatan tubuh anda, termasuk kesehatan gigi dan mulut.

Mengapa Kesehatan Gigi Menjadi Penting Bagi Ibu Hamil?

Kesehatan ibu hamil (secara keseluruhan) bisa mempengaruhi tumbuh kembang janin. Oleh karena itu, memiliki kodisi gigi dan mulut yang optimal adalah penting. Di beberapa kasus, masalah gigi dan mulut selama kehamilan dapat menyebabkan kelainan kongenital, serta mempengaruhi proses persalinan.

Selain itu, ibu hamil cenderung rentan dengan radang gigi maupun gusi. Salah satu penyebabnya adalah peningkatan hormone progesteron yang menyebabkan penurunan pH saliva, sehingga kondisi rongga mulut menjadi lebih asam. Penurunan pH saliva bisa meningkatkan pertumbuhan bakteri kariogenik dan demineralisasi enamel gigi, sehingga ibu hamil lebih mudah mengalami karies dentis.

Kondisi rongga mulut yang lebih asam juga bisa diperparah dengan kebiasaan makan makanan manis berlebihan. Ditambah lagi ibu hamil juga bisa mengalami mual dan muntah, di mana zat asam dari lambung naik ke mulut sehingga mengikis enamel gigi. Hal-hal tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri dalam mulut serta meningkatkan peluang munculnya gigi berlubang pada ibu hamil.

Tidak hanya masalah gigi, ibu hamil juga rentan dengan peradangan gusi. Sekitar 30% ibu hamil mengalami pregnancy gingivitis-periodontitis atau inflamasi jaringan periodontal dan hiperplasia gingiva. Salah satu penyebabnya yaitu peningkatan hormon estrogen saat kehamilan. Apabila tidak segera ditangani, peradangan ini dapat menyebabkan kegoyahan gigi.

Apakah Ibu Hamil Boleh Mendapat Perawatan Gigi di Klinik Gigi?

Anda masih bisa tetap melakukan pemeriksaan gigi ke dokter gigi saat hamil. Namun akan lebih baik jika anda mengantongi izin dari dokter kandungan terlebih dahulu, untuk memastikan bahwa kehamilan anda dalam kondisi sehat sebelum melakukan perawatan gigi.

Begitu pula di klinik dokter gigi, anda harus menyebutkan kondisi kehamilan anda saat ini. Dengan demikian dokter gigi bisa mengambil tindakan yang tepat.

Batasan Tindakan Perawatan Gigi Pada Ibu Hamil

Pada trimester pertama hingga trimester ketiga, umumnya ibu hamil bisa melakukan perawatan gigi rutin seperti pembersihan gigi. Namun trimester kedua merupakan kondisi paling ideal, karena kondisi emosional ibu yang cenderung lebih stabil.

Jika terdapat kondisi darurat seperti cabut gigi, trimester kedua juga menjadi waktu paling aman untuk melakukan cabut gigi. Namun kondisi tiap ibu hamil bisa berbeda-beda, dan resiko yang ditanggung pun bisa bervariasi. Oleh karena itu, penting untuk mendapat rekomendasi dari dokter kandungan dan dokter gigi sekaligus, sebelum melakukan tindakan perawatan gigi apapun.

Apabila dalam kondisi mendesak dan ibu hamil trimester ketiga terpaksa menjalani tindakan gigi, maka posisi duduk yang nyaman sangat perlu diperhatikan. Pasalnya, uterus dapat menekan vena cava inferior dan menghambat aliran ke jantung, menyebabkan ibu hamil kehilangan kesadaran. Untuk menghindari hal tersebut, posisi kepala harus lebih tinggi dari kaki, selama proses perawatan gigi.

Sementara itu, untuk prosedur dental x-ray sebaiknya hanya dilakukan pada keadaan darurat, dan jika memungkinkan, ditunda hingga setelah persalinan.

Tips Menjaga Kesehatan Gigi Saat Kehamilan

Memiliki gigi dan mulut yang sehat akan membantu memperlancar proses kehamilan dan persalinan anda nantinya. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk calon ibu rutin memeriksakan diri ke dokter gigi, bahkan sebelum merencanakan kehamilan. Salah satu klinik gigi spesialis yang bisa anda kunjungi yaitu IM Dental Specialist Clinic, di mana anda akan mendapatkan perawatan terbaik dari dokter gigi professional serta fasilitas pendukung terbaik dari kami.

Masuk ke masa kehamilan, mungkin anda akan mengalami mual. Setelah muntah, cobalah untuk berkumur dengan air bersih untuk membersihkan mulut. Lalu gosok gigi satu jam setelahnya. Hindari gosok gigi langsung setelah muntah, karena zat asam dari lambung akibat muntah tadi bisa membuat lapisan luar gigi menjadi lebih lunak. Gosok gigi langsung setelah muntah justru bisa merusak lapisan luar gigi.

Selain itu, lakukan perawatan gigi normal sebagaimana biasa. Misalnya seperti menggunakan pasta gigi yang mengandumg fluoride, menggunakan sikat gigi lembut, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengurangi minuman danmakanan manis maupun lengket. Ibu hamil rentan mengalami karies, sehingga anda perlu disiplin dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Untuk mendampingi anda menjalani perawatan gigi sebelum hingga sesudah melahirkan, IM Dental Specialist Clinic bisa anda hubungi melalui nomor di bawah ini. Silahkan kunjungi klinik gigi terdekat kami di kota Semarang untuk mendapatkan perawatan gigi terbaik dari kami.

Alasan Penting Mengapa Kawat Gigi Juga Disarankan Untuk Anak-Anak

Kawat gigi / behel tidak hanya digunakan oleh orang dewasa saja, melainkan juga bisa dikenakan oleh anak-anak. Apa saja pertimbangan penggunaan kawat gigi pada anak? Mari kita bahas dalam artikel berikut ini.

Fungsi Kawat Gigi Untuk Anak-anak

Fungsi kawat gigi pada anak-anak sebenarnya sama dengan orang dewasa, yaitu membuat susunan gigi menjadi lebih rapi. Kawat gigi diharapkan bisa memberikan tekanan kepada gigi supaya berada pada posisi ideal. Kawat gigi untuk anak juga memiliki beragam pilihan material, seperti plastik, keramik, aligner, damon, digital, dsb.

Lebih spesifik, kawat gigi /behel dikenakan ketika anak menghadapi masalah gigi tonggos, gigi renggang, gigi tumbuh miring, gigi tumbuh tidak teratur, gigi tumpang tindih, atau gigi gingsul yang tumbuh di lokasi yang kurang ideal. Ada juga kondisi maloklusi, di mana ukuran rahang atas dan rahang bawah yang berbeda, sehingga anak menghadapi kendali saat mengatupkan mulutnya.

Hal-hal tersebut bisa diatasi dengan menggunakan kawat gigi, tentu setelah melakukan konsultasi dengan dokter gigi spesialis kawat gigi / orthodontist. Anda bisa menghubungi kami di IM Dental Specialist Clinic siap untuk konsultasi masalah gigi dan mulut yang komprehensif.

Selain itu, kawat gigi /behel pada anak-anak dianggap memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan pada orang dewasa. Jika tindakan kawat gigi semakin cepat dilakukan, maka koreksi posisi gigi akan menjadi lebih mudah. Inilah keuntungan mengenakan kawat gigi di usia anak dibandingkan usia dewasa.

Penyebab dan Alasan Kawat Gigi Menjadi Penting Untuk Anak

Nah, mungkin anda bertanya-tanya, apakah yang menyebabkan kondisi kurang ideal seperti yang disebutkan di atas? Ada banyak faktor, namum umumnya hal tersebut dikarenakan kebiasaan menghisap jempol, kecelakaan, gigi susu yang tanggal terlalu cepat ataupun terlalu lambat, hingga faktor genetic.

Apabila susunan gigi yang kurang ideal ini dibiarkan terus-menerus, ada beberapa efek samping yang bisa ditimbulkan. Di antaranya yaitu proses mengunyah makanan yang kurang optimal sehingga menimbulkan masalah pencernaan, artikulasi berbicara anak yang kurang jelas, hingga menurunnya rasa percaya diri anak.

Kapan Anak Bisa Menggunakan Kawat Gigi?

Anak Anda bisa mulai menggunakan kawat gigi jika ditemukan masalah pada susunan giginya. Umumnya pada rentang usia 8 hingga 12 tahun. Dengan gigi permanen yang sudah tumbuh, maka susunan gigi anak selanjutnya akan lebih bisa diprediksi oleh dokter. Namun setiap anak bisa saja memiliki kondisi yang berbeda-beda. Oleh karena itu waktu terbaik untuk mengenakan kawat gigi pada anak akan ditentukan oleh dokter gigi spesialis orthodonti/ orthodontist / kawat gigi/ behel setelah melakukan konsultasi.

Selain itu, akan sangat membantu jika orang tua telah rutin memeriksakan gigi anak semenjak umur tujuh tahun. Dengan demikian, dokter gigi spesialis kawat gigi akan mengetahui pertumbuhan gigi anak, dan bisa menyarankan perawatan-perawatan yang diperlukan, termasuk kawat gigi.

Untuk durasinya, penggunaan kawat gigi dari anak banyak faktor yang mempengaruhinya. Bisa lebih cepat pada susunan gigi yang tidak parah. Namun hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi psikologis anak-anak sendiri. Pasalnya, ada anak-anak yang tidak betah menggunakan kawat gigi sehingga ingin cepat-cepat melepaskannya, sehingga mungkin malah memperlambat kerja kawat gigi. Ada juga yang justru ingin berlama-lama menggunakan kawat gigi karena dianggap sebagai gaya. Dalam hal tersebut, diharapkan para orang tua memberikan pengertian yang cukup kepada anak.

Perawatan Kawat Gigi Pada Anak

Kawat gigi membutuhkan perawatan dan perhatian khusus supaya bisa bekerja secara optimal.

Berikut hal-hal yang perlu anda lakukan untuk merawat kawat gigi pada anak.
• Membatasi makanan yang keras atau lengket, seperti permen karet dan kacang.
• Mengurangi makanan dan minuman manis.
• Senantiasa menjaga kebersihan gigi dan mulut.
• Hanya melakukan pemasangan kawat gigi dan perawatannya kepada dokter gigi spesialis ortodonti /kawat gigi/ behel.
• Periksa berkala ke dokter gigi untuk memeriksa apakah perlu ada tindakan perawatan, seperti penggantian karet kawat gigi, dsb.

Selain itu, anda juga perlu memberikan pengertian anak bahwa akan ada rasa tidak nyaman di awal penggunaan kawat gigi. Rasa tidak nyaman ini akan mereda seiring dengan berjalannya waktu. Jika muncul rasa sakit tak tertahankan, dokter bisa memberikan obat pereda rasa sakit. Orang tua juga bisa menyediakan makanan bertekstur lembut seperti bubur, kentang tumbuk ataupun sup untuk mengurangi tekanan dalam mulut saat makan.

Hal yang tak kalah pentingnya yaitu persetujuan anak untuk mengenakan kawat gigi. Jangan sampai kawat gigi ini menjadi keinginan orang tua semata. Memang benar, kawat gigi ini untuk kebaikan si anak. Namun memberikan pengertian akan manfaat kawat gigi ini penting supaya anak-anak menerima dan bisa enjoy mengenakannya.

Situasi klinik dokter gigi yang nyaman juga penting bagi kesiapan anak. Kami di IM Dental Specialist Clinic memiliki tenaga dokter gigi dan dokter gigi spesialis professional terpercaya yang sudah melayani ribuan pasien selama belasan tahun.

Didukung dengan peralatan modern yang kami miliki, IM Dental Specialist Clinic adalah pilihan tepat untuk perawatan gigi keluarga anda. Hubungi nomor di atas untuk konsultasi pertama, atau kunjungi klinik gigi terdekat kami di kota anda.

Kupas Tuntas Manfaat Gigi Palsu, Tidak Hanya untuk Usia Senja

Guide Lengkap Manfaat Gigi Palsu untuk Semua Kalangan

Gigi palsu banyak dikaitkan dengan orang tua yang susunan giginya tidak lagi lengkap. Hal ini tidaklah salah, tapi sebenarnya gigi palsu memiliki manfaat yang lebih luas lagi. Mari kita pelajari selengkapnya.

Apa Itu Gigi Palsu?

Gigi palsu atau dikenal dengan istilah denture merupakan alat bantu menyerupai gigi, gusi dan jaringan di sekitarnya. Umumnya gigi palsu menggunakan material akrilik, supaya bisa semirip mungkin dengan bentuk dan warna gigi pasien. Gigi palsu dibuat sedemikian rupa supaya tampak alami dan tidak mengganggu penampilan penggunanya.

Selain akrilik, material porselen juga menjadi pilihan dalam pembuatan mahkota gigi palsu. Warna porselen cenderung lebih mirip dengan warna enamel gigi sehingga cukup diminati pasien. Meskipun demikian, porselen cenderung lebih mudah pecah dibandingkan dengan gigi palsu akrilik.

Nah, untuk mengetahui material apa yang paling cocok, dokter gigi akan memberikan saran terbaik berdasarkan kebutuhan anda.

Tidak perlu khawatir dengan pilihan-pilihan yang ada karena IM Dental Specialist Klinik siap untuk membantu anda.

Sementara itu untuk penjepit logam untuk gigi palsu umumnya terbuat dari kobalt krom karena karakteristiknya yang kuat saat digunakan untuk mengunyah. Tapi tidak hanya itu, anda juga punya pilihan lainnya seperti menggunakan emas, krom nikel dan besi tahan karat.

Macam Gigi Palsu

Dilihat dari cara memasangnya, gigi palsu dibedakan menjadi dua yaitu gigi palsu permanen dan gigi palsu lepasan. Gigi palsu permanen umumnya dipasangkan oleh dokter gigi, sedangkan gigi palsu lepasan bisa anda pasang dan lepas sendiri kapan saja.

Sementara itu jika dilihat dari struktur giginya, gigi palsu dibedakan menjadi gigi palsu sebagian dan gigi palsu lengkap. Gigi palsu sebagian terdiri dari satu atau beberapa buah gigi yang dipasang dengan cara mengaitkannya ke gigi asli yang masih sehat. Sedangkan gigi palsu lengkap menyalin hampir seluruh susunan gigi asli anda, baik gigi rahang atas maupun bawah.

Kapan Perlu Menggunakan Gigi Palsu

Gigi palsu digunakan untuk menggantikan gigi asli, di mana gigi aslinya mungkin sudah tanggal karena lanjut usia, atau gigi patah karena kecelakaan. Untuk pasien lanjut usia, kondisi gigi tanggal umumnya ditemui di atas usia 60 tahun.

Selain itu, ada kondisi tak terhindarkan lainnya yang membuat pasien kehilangan gigi aslinya dan perlu menggunakan gigi palsu. Misalnya ketika gigi asli harus dicabut karena mengalami pembusukan gigi, gingivitis, periodontitis atau ada masalah pada saluran akar gigi.

Jika gigi asli yang hilang ini tidak digantikan dengan gigi palsu, maka pasien bisa mengalami berbagai gangguan seperti:

– Gangguan makan dan mengunyah

– Gangguan bicara

– Turunnya rasa percaya diri akan penampilan yang kurang prima.

Selain itu, dalam kondisi gigi patah atau tanggal sebagian, pemasangan gigi palsu juga dimaksudkan untuk melindungi gigi lain yang masih tersisa.

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menggunakan Gigi Palsu

Pada gigi palsu lepasan

Menggunakan gigi palsu bisa membawa kesan yang kurang nyaman bagi penggunanya, terutama di masa-masa awal. Anda bisa meminimalisir rasa ini dengan mengkonsumsi makanan lunak dan potongan kecil makanan untuk beradaptasi. Mungkin anda juga akan disarankan untuk mengenakan gigi palsu saat tidur, supaya anda lebih mengetahui bagian mana dari gigi palsu anda yang perlu penyesuaian.

Kesulitan berbicara juga bisa timbul karena anda belum terbiasa menggunakan gigi palsu. Rajinlah berlatih berbicara untuk segera menyesuaikan diri. Namun jika kesulitan ini terus berlanjut, sebaiknya konsultasikanlah ke dokter gigi anda. Begitu pula jika anda merasakan rasa nyeri atau gigi goyang. Hal ini bertujuan agar dokter gigi bisa segera mengatasi permasalahan yang ada.

Pada gigi palsu permanen

Rasa nyaman karena hampir sama dengan gigi asli . Karena bentuk yang menyerupai gigi asli sehingga tidak mengganggu bicara.
Gigi palsu permanen / implan gigi lebih banyak dipilih karena rasa yang nyaman.

Prosedur Pemasangan Gigi Palsu Secara Umum

Berikut adalah garis besar pemasangan gigi palsu yang perlu anda tahu.

Pertama, membuat model gigi palsu untuk diuji coba kepada pasien. Model gigi palsu ini untuk memastikan bahwa gigi palsu yang akan dicetak nantinya bisa sesuai dengan rahang pasien. Jika anda akan mengenakan gigi palsu lengkap, ada kemungkinan bahwa anda perlu mencabut beberapa gigi yang tersisa, sesuai dengan kondisi gigi dan rahang.

Setelah itu, gigi palsu bisa dipasangkan langsung setelah gigi asli dicabut, ataupun dengan menunggu jeda terlebih dahulu. Pemasangan gigi palsu setelah jeda dimaksudkan untuk menunggu gusi sampai benar-benar sembuh, sehingga gigi palsu yang dipasangkan tidak memerlukan terlalu banyak penyesuaian.

Untuk memasangkan gigi palsu, terkadang dokter gigi akan mengoleskan lem khusus sedikit demi sedikit. Lem khusus dioleskan secara merata untuk membuat gigi lebih kuat menempel dan lebih stabil saat mengunyah makanan.

Cara Merawat Gigi Palsu

Ketika anda akan melepas gigi palsu, pastikan untuk melepasnya dengan hati-hati. Bilas gigi palsu dengan air mengalir. Bersihkan dengan sikat dan pembersih khusus secara perlahan. Simpan gigi palsu di dalam wadah berisi air bersih ketika tidak sedang digunakan, dan pastikan airnya tidak terlalu panas.

Kembali lagi, perlu tidaknya anda menggunakan gigi palsu perlu mempertimbangkan beberapa hal. Untuk mendapatkan asistensi terbaik, segera hubungi IM Dental Specialist Klinik dengan alamat dan nomor kontak di bawah ini.

Jl. Indraprasta no. 116 & Jl. Kawi Raya no. 41, Semarang

Sumber referensi:
https://www.alodokter.com/gigi-palsu-ini-yang-harus-anda-ketahui
https://www.polident.com/id-id/denture-journey/preparing-for-tooth-loss/what-are-dentures-made-of/

Bolehkan Memasang Kawat Gigi di Tukang Gigi?

Kawat gigi menjadi salah satu prosedur perawatan gigi yang populer. Banyak orang menginginkan kawat gigi untuk mendapatkan gigi yang lebih rapi.

Namun, tidak bisa kita pungkiri bahwa pemasangan kawat gigi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi dengan biaya perawatan selama dan sesudah pemasangannya. Hal inilah yang menyebabkan praktik pemasangan kawat gigi di tukang gigi marak dilakukan.

Alasan Memasang Kawat Gigi di Tukang Gigi

Seperti yang disebutkan sebelumnya, faktor ekonomi umumnya menjadi alasan utama pasien yang melakukan pemasangan kawat gigi di tukang gigi. Selain itu, mungkin saja pasien tidak memiliki akses menuju dokter gigi yang kompeten di daerahnya.

Di beberapa kasus lainnya, pasien memilih untuk mengenakan kawat gigi dengan alasan penampilan. Orang-orang ini menganggap kawat gigi adalah style dibandingkan perawatan medis, sehingga mereka merasa pemasangan oleh tukang gigi saja sudah cukup.

Jika anda memiliki alasan serupa, mohon baca artikel ini lebih lanjut untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendalam.

Ruang Lingkup Tukang Gigi

Mari kita perlu merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 39 tahun 2014, tentang pembinaan, pengawasan dan perizinan pekerjaan tukang gigi. Jadi, pekerjaan tukang gigi ini memang diakui dan tidak dilarang, walaupun memiliki keterbatasan ruang lingkup dalam praktiknya. Tukang gigi sendiri seharusnya memiliki izin tertulis, serta aktivitas yang diawasi oleh otoritas setempat.

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 39 tahun 2014, kewenangan tukang gigi adalah “membuat gigi tiruan lepasan sebagian dan/atau penuh yang terbuat dari bahan heat curing acrylic yang memenuhi ketentuan persyaratan kesehatan; dan memasang gigi tiruan lepasan sebagian dan/atau penuh yang terbuat dari bahan heat curing acrylic dengan tidak menutupi sisa akar gigi”.

Nah, bisa kita simpulkan dari peraturan tersebut bahwa tukang gigi tidak memiliki kewenangan dalam pemasangan kawat gigi. Namun, katakanlah ada seorang pasien yang telah melakukan prosedur pemasangan kawat gigi di tukang gigi, apa saja resiko yang berpotensi mengancam pasien tersebut?

Resiko Pemasangan Kawat Gigi di Tukang Gigi

Berikut adalah potensi masalah yang rentan dihadapi oleh pasien jika melakukan prosedur pemasangan kawat gigi di tukang gigi.

Sesi konsultasi yang tidak optimal

Sebelum melakukan prosedur pemasangan kawat gigi, perlu ada diskusi yang komprehensif antara pasien dan dokter gigi. Pembahasan ini terkait apakah pasien benar-benar membutuhkan kawat gigi atau tidak; macam kawat gigi yang cocok bagi pasien; dan pre-treatment apa saja yang perlu dijalani pasien.

Pre-treatment yang kurang tepat sasaran

Di beberapa kasus, pemasangan kawat gigi perlu diawali dengan proses pencabutan gigi untuk memberikan ruang yang cukup dalam mulut. Namun, treatment ini tidak bisa dipukul rata untuk semua orang. Tentu saja pihak yang berkompeten untuk memutuskan hal tersebut adalah dokter gigi spesialis kawat gigi/behel atau ortodontist.

Selain itu, jika anda memiliki karang atau lubang gigi, terbuka kemungkinan bahwa masalah-masalah tersebut perlu ditangani oleh dokter gigi. Jadi bisa kita simpulkan bahwa pemasangan kawat gigi tidak hanya sekedar ‘memasang’ namun bisa juga menjadi suatu prosedur yang sangat kompleks.

Pemasangan kawat gigi yang tidak sesuai fungsi

Perlu diingat bahwa tujuan utama kawat gigi adalah membuat posisi gigi menjadi teratur, sehingga anda bisa mengunyah, menggigit, berbicara dan tersenyum dengan nyaman dan presisi. Keseimbangan ini memperhitungkan posisi gigi, gusi, tulang rahang dan sistem pendukung lainnya.

Sementara itu di sudut pandang non-professional, fungsi kawat gigi hanya dilihat sebatas pada ‘gigi yang berjajar rapi’. Ya, gigi anda mungkin bisa terlihat rapi, tapi apakah gigi anda berada sesuai dengan posisi idealnya dan bisa menjalankan tugas sesuai dengan porsinya?

Di beberapa kasus, pasien tukang gigi mengalami kesulitan dalam mengunyah, berbicara atau bahkan mengatupkan mulutnya. Hal ini bisa semakin berbahaya jika anda paksakan dalam jangka waktu yang lama. Pasalnya engsel rahang anda bisa bermasalah, hingga mengalami dislokasi.

Rentan Infeksi

Infeksi di sini bisa terjadi karena beberapa hal. Pertama, mungkin karena tukang gigi tidak memiliki alat serta fasilitas sterilisasi yang mumpuni. Kedua, karena proses yang dilakukan tidak sesuai prosedur, sehingga menyebabkan luka atau pembengkakan di area mulut. Jika hal ini terjadi, perawatan medis selanjutnya bisa menjadi lebih mahal. Belum lagi rasa sakit yang dirasakan oleh pasien, yang dapat mengganggu aktivitas kesehariannya.

Apa yang harus dilakukan?

Jika anda sudah terlanjur memasang kawat gigi di tukang gigi, tidak perlu panik. Sekarang saatnya untuk memeriksakan diri anda ke dokter gigi spesialis behel.

Konsultasikan dengan dokter gigi spesialis kawat gigi mengenai situasi anda. Semakin cepat akan semakin baik, karena dokter gigi spesialis ortodonti/orthodontist bisa memiliki kesempatan lebih untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

IM Dental Specialist Clinic memiliki team dokter gigi spesialis dan tenaga kesehatan terpercaya serta berpengalaman selama belasan tahun. Kami ahli dalam bidang perawatan gigi, khususnya kawat gigi. Anda bisa menghubungi kami melalui nomor Whatsapp IM Dental Specialist Klinik kami.

6 Masalah Gigi Anak yang Harus Diwaspadai

Perawatan gigi anak tidak bisa dianggap sepele lho bunda. Apalagi jika gigi anak anda baru lahir. Anda perlu memperhatikan beberapa masalah gigi anak berikut ini:

Masalah Gigi Akibat Minum dari Botol Dot

Minum susu menggunakan botol dot mungkin terlihat wajar bagi anak-anak. Mungkin akan terasa nyaman juga bagi anak tersebut, terutama jika anak dalam posisi tiduran. Tapi anda perlu membatasi kebiasaan ini supaya tak menjadi kebiasaan.

Pasalnya minum dari botol dot yang terlalu lama bisa membuat gigi menjadi gigis. Hal ini disebabkan karena air susu yang menggenang dalam mulut bisa memicu pertumbuhan bakteri yang lebih cepat. Tak heran gigi gigis juga biasa disebut dengan karies botol.

Masalah gigi gigis ini umumnya akan menyerang gigi depan atas terlebih dahulu. Biasanya akan muncul bintik putih atau bintik kuning pada permukaan gigi. Sebelum menjadi lubang atau karies gigi, segera periksakan gigi anak anda ke dokter gigi terdekat. Di klinik gigi kami, IM Dental Specialist, memiliki poli khusus anak, sehingga anak anda merasa lebih nyaman saat pemeriksaan gigi.

Sementara itu bagi orang tua, penting bagi anda untuk mengatur jam minum susu dari botol dot bagi anak. Jika usianya sudah memungkinkan, latihlah anda anda untuk meminum susu dari gelas. Minum susu dari gelas juga bisa membantu pertumbuhan motorik anak.

Gigi Anak Berlubang

Gigi berlubang pada anak sering dikaitkan dengan konsumsi makanan manis yang berlebihan. Itu tidaklah salah, namun sebenarnya makanan apapun yang tertinggal di gigi bisa menimbulkan gigi berlubang. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengajak anak-anaknya membersihkan gigi secara teratur.

Pada dasarnya makanan yang tertinggal di gigi akan mengundang bakteri. Lalu terbentuklah asam yang dapat menglubangi enamel gigi. Jika gigi berlubang ini terjadi pada gigi susu, maka pertumbuhan gigi permanen anak bisa terganggu.

Gigi susu berperan untuk memberikan ruang pada gigi permanen sebelum dia tumbuh. Ketika gigi susu bermasalah, maka ada kemungkinan gigi permanen untuk tumbuh miring, berjejal maupun bertumpuk.

Selain itu gigi susu yang berlubang juga bisa menularkannya ke gigi permanen yang baru akan tumbuh. Sayang sekali bukan jika gigi permanen mengalami masalah, di saat gigi tersebut baru saja tumbuh?

Peradangan Gusi atau Gingivitis

Masalah peradangan gusi berhubungan dengan masalah gigi berlubang. Jika gigi anak anda berlubang, maka infeksi bisa menjalar ke gusinya juga. Peradangan gusi sendiri juga bisa disebabkan karena plak dan bakteri yang menggerogoti sisa makanan di sekitar gigi.

Jika anak anda memiliki keluhan di sekitar gusinya, atau bahkan mengalami gusi bengkak atau berdarah, segera periksakan ke dokter gigi sebelum sakitnya bertambah parah.

Gigi Maju atau Gigi Tonggos

Bayi yang sedang menghisap jempol mungkin terlihat lucu. Tapi kebiasaan ini bukanlah kebiasaan yang baik. Ada baiknya anda mengarahkan anak anda, supaya perhatiannya teralih dari kebiasaan menghisap jempol.

Seperti yang anda ketahui secara umum, menghisap jempol bisa mengubah posisi gigi depan anak menjadi lebih maju. Di kondisi yang lebih parah, rahang anak bisa bergser, sehingga menimbulkan ketidakseimbangan antara rahang atas dan rahang bawah. Kondisi ini bisa mempengaruhi kualitas mengunyah anak di masa depan.

Tidak hanya kebiasaan menghisap jempol, kebiasaan menghisap bibir bawah dan menggunakan botol dot hingga di atas tiga tahun juga bisa menyebabkan gigi maju atau gigi tonggos. Di beberapa kasus ringan, masalah ini bisa diatasi dengan sendirinya atau self-corection. Namun jika terlalu parah, maka anda memerlukan bantuan dokter gigi untuk memperbaikinya.

Susunan Gigi yang Tidak Rapi

Ada beberapa kasus di mana susunan gigi anak menjadi kurang rapi akibat turunan genetik dari orang tua. Namun ada juga masalah gigi tidak rapi yang disebabkan karena posisi pertumbuhan gigi susu yang kurang sempurna.

Untuk gigi susu yang telalu cepat tanggal, maka dokter perlu memberikan space maintainer untuk memastikan pertumbuhan gigi permanen nantinya bisa memiliki ruang yang cukup. Sedangkan untuk gigi susu yang terlalu lama tanggal, dokter bisa melakukan prosedur pencabutan gigi susu untuk mencegah pertumbuhan gigi yang berjejal. Manapun tindakan yang dipilih, pastikan anda berkonsultasi dengan dokter gigi kepercayaan anda terlebih dahulu.

Gigi Anak yang Baru Tumbuh

Sebenarnya ini bukanlah masalah, namun prosesnya tetap harus diperhatikan dengan baik. Ketika gigi anak anda akan tumbuh, anak biasanya akan merasa tidak nyaman. Gusi anak bisa terlihat sedikit bengkak maupun kemerahan. Anak cenderung lebih suka menggigit benda keras, hingga mengalami susah tidur dan tak mau makan. Gejala ini cukup umum dialami anak-anak. Namun jika anda merasa khawatir, tak ada salahnya jika anda berkonsultasi dengan dokter gigi untuk mendapat arahan lebih lanjut.

Memeriksakan kondisi gigi anak anda sejak dini merupakan salah satu bentuk kasih sayang anda kepada anak-anak. Dengan demikian, anak anda bisa terhindar dari masalah-masalah gigi yang mengganggu penampilan maupun kesehatannya di masa yang akan datang. Imdental Klinik memahami hal tersebut. Mari berkonsultasi bersama kami untuk perawatan gigi yang terbaik.

Sumber referensi:
https://hellosehat.com/gigi-mulut/gigi-anak/penyebab-gigi-anak-rusak/
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3536246/7-masalah-gigi-dan-mulut-yang-sering-dialami-anak-anak

Mengenal 6 Jenis Kawat Gigi yang Terbaik bagi Anda

Apakah anda sedang mempertimbangkan penggunaan kawat gigi?

Ya, kawat gigi memang bisa menjadi solusi untuk gigi yang tidak rata. Dengan demikian, anda juga bisa memperbaiki penampilan dan meningkatkan rasa percaya diri anda. Namun, tahukah anda bahwa ada beberapa macam kawat gigi yang bisa anda pilih?

Berikut adalah pilihan kawat gigi yang bisa anda pertimbangkan, sesuai dengan kondisi dan budget anda:

Kawat Gigi Konvensional

Merupakan jenis kawat gigi yang paling banyak dikenal masyarakat. Bagian utamanya terdiri dari bracket logam yang menempel dengan masing-masing gigi, kawat khusus (wire), serta karet elastis (elastic band) yang menghubungkan bracket dan kawat. Bracket logam-nya memiliki berbagai pilihan warna, sehingga bisa disesuaikan dengan selera anda.

Ciri khas kawat gigi ini adalah memberikan tekanan yang cukup kuat pada gigi, supaya gigi anda bisa bergerak sesuai dengan posisi idealnya. Oleh karena itu, kawat gigi konvensional cukup efektif dalam mengatasi masalah rahang dan gigi tidak rapi, bahkan untuk kasus yang cukup parah.

Namun pada sebagian orang, tekanan tersebut bisa menimbulkan rasa tidak nyaman hingga rasa sakit, terutama dalam proses mengunyah makanan. Anda mungkin anda mulai merasa berat saat menggerakan rahang anda, terutama di awal pemasangan. Selain itu, makanan juga rentan terselip di antara kawat ataupun bracket. Oleh karena itu, perlu perhatian ekstra untuk merawat dan membersihkannya.

Kawat Gigi Keramik

Kawat gigi keramik hampir serupa dengan kawat gigi konvensional. Namun sesuai dengan namanya, kawat gigi keramik menggunakan material keramik sebagai bracket-nya. Dengan keramik yang berwarna putih kekuningan, bracket terlihat menyatu dengan warna permukaan gigi, sehingga seolah-olah anda hanya mengenakan kawat saja. Alhasil, penampilan kawat gigi anda menjadi tidak terlalu mencolok.

Namun, bracket keramik ini rentan dengan perubahan warna, terutama jika anda sering mengkonsumsi kopi, teh, maupun merokok. Keramik juga lebih rentan rusak, sehingga anda perlu lebih berhati-hati dalam proses perawatannya. Selain itu, material keramik untuk bracket menimbulkan biaya lebih besar dibandingkan bracket logam biasa.

Kawat Gigi Lingual

Perbedaan utama kawat gigi lingual dengan kawat gigi lainnya adalah lokasi pemasangannya. Kawat gigi lingual dipasang di belakang gigi, atau permukaan gigi yang berhadapan dengan lidah. Kelebihannya, kehadiran kawat gigi ini tidak mengganggu penampilan anda.

Namun, pemasangan kawat gigi lingual bisa menyebabkan rasa tidak nyaman pada lidah, karena lidah berhadapan langsung dengan bracket kawat gigi. Pengguna kawat gigi lingual juga bisa mengalami perubahan artikulasi berbicara di awal masa pemasangan kawat gigi. Terkait dengan biaya, tentu biaya kawat gigi lingual lebih mahal dari kawat gigi biasa, karena proses pemasangannya yang lebih sulit.

Kawat Gigi Damon

Kawat gigi damon, bisa juga disebut kawat gigi self-ligating. Berbeda dengan kawat gigi konvensional yang menggunakan karet elastis, kawat gigi damon menggunakan klip khusus untuk menahan kawat pada bracket. Keberadaan klip ini membuat kawat gigi damon lebih nyaman digunakan dibanding kawat gigi konvensional. Sementara itu dari segi penampilan, kawat gigi damon tak jauh beda dari kawat gigi konvensional.

Kawat gigi damon memberikan pilihan bracket dari logam maupun dari keramik, sehingga bisa menyesuaikan preferensi anda. Kawat gigi damon juga lebih awet dan lebih minim perawatan, jika dibandingkan dengan kawat gigi konvensional.

Kawat Gigi Digital

Disebut kawat gigi digital bukan karena bentuknya berupa digital file, namun karena pembuatannya melalui proses digital. Kawat gigi digital merupakan upgrade dari kawat gigi damon. Salah satu brand ternama yang mengeluarkan kawat gigi digital adalah Insignia.

Sentuhan digital pada kawat gigi ini dimulai dari proses pemindaian gigi secara digital, proses pembuatan bracket dan kawat gigi, simulasi pergerakan gigi dari waktu ke waktu, hingga simulasi hasil akhir yang diharapkan. Kawat gigi digital dibuat secara custom, sehingga bisa menyesuaikan kondisi gigi masing-masing pasien. Hasil yang diberikan bisa 7-8 bulano lebih cepat dibandingkan kawat gigi damon, karena tingkat efektivitasnya yang lebih baik.

Clear Aligner

Clear aligner menjadi tren anak muda saat ini. Penggunaannya tidak mengganggu penampilan, sehingga banyak diminati banyak orang. Selain itu, clear aligner juga nyaman dikenakan, karena bisa anda lepas-pasang sewaktu makan maupun menyikat gigi.

Berbeda dengan lima jenis kawat gigi di atas, clear aligner hanya bisa digunakan untuk kasus gigi yang ringan. Hal ini dikarenakan tekanan yang diberikan clear aligner tidak sebesar tekanan yang diberikan kawat gigi konvensional. Clear aligner sendiri harus dipasang minimal 22 jam sehari agar memberikan tekanan yang optimal pada gigi.

Nah, sebelum anda mengambil keputusan, penting bagi anda untuk benar-benar memahami perbedaan keenam kawat gigi di atas. Selain mempelajarinya, tentu anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter gigi spesialis behel / kawat gigi / orthodonti / orthodontist sebagai pihak yang berpengalaman dalam kegiatan perawatan gigi.

Ingat ya, harus ditangani oleh dokter gigi yang sudah spesialis kawat gigi (orthodontist) dengan gelar drg…Sp.Ort)
Dokter gigi yang belum spesialis atau spesialis yang bukan kawat gigi tidak mempunyai kemampuan untuk merawat behel.

Bersama dokter gigi spesialis ortodonti/ orthodontis pilihan kami di klinik gigi I’m dental specialist , kami mengajak anda untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari gigi anda. Berdasarkan hasil studi yang intensif, kami akan merekomendasikan pilihan perawatan gigi yang terbaik, dengan mempertimbangkan preferensi anda pula sebagai pengguna. Segera hubungi nomor di bawah untuk konsultasi pertama anda bersama kami.

Sumber referensi:
https://hellosehat.com/gigi-mulut/ortodonti/jenis-kawat-gigi/
https://www.alodokter.com/kenali-jenis-jenis-kawat-gigi
https://kidzdental.co.id/2017/07/behel-canggih-kekinian-insignia/

Merontokkan Karang Gigi dengan Scaling Gigi

Mungkin anda pernah melihat video scaling gigi melewati timeline media sosial anda. Memang, melihat karang gigi rontok bisa jadi terlihat satisfying, kendati ada juga yang tidak suka melihatnya. Tapi tahukah anda mengapa kita membutuhkan prosedur scaling gigi?

Mengenal Scaling Gigi

Merupakan suatu prosedur untuk membersihkan karang gigi dengan menggunakan alat ultrasonic scanner. Karang gigi sendiri merupkan tumpukan plak di permukaan gigi yang mengeras, seiring dengan berjalannya waktu. Karena tekstur yang keras inilah karang gigi sulit dibersihkan, jika hanya mengandalkan sikat gigi maupun dental floss.

Karang gigi terlihat mengganggu penampilan karena warnanya yang cenderung kuning, coklat atau bahkan kehitaman. Karang gigi juga merupakan rumah dari bakteri dan sumber masalah dalam mulut, sehingga proses scaling gigi penting untuk dilakukan.

Untuk merontokkan karang gigi biasanya dokter menggunakan alat ultrasonic scaler. Alat ini merupakan pengembangan dari manual scaler. Pada dasarnya alat ini bekerja dengan getaran yang akan menggerus karang gigi. Jangkauannya cukup bagus, bahkan bisa memberishkan karang gigi di sekitar garis gusi.

Scaling gigi bisa dilakukan rutin setiap enam bulan sekali atau tergantung dari rekomendasi dokter.

Manfaat Scaling Gigi

Scaling gigi memiliki berbagai manfaat dasar, di antaranya:

  • Menghindari bau mulut (halitosis) karena bakteri mulut penyebab bau mulut bisa bersarang dalam karang gigi
  • Meminimalisir gigi berlubang
  • Meminimalisir gigi goyang atau bahkan gigi lepas, karena karang gigi bisa mengikis tulang penyangga gigi
  • Meminimalisir radang gusi
  • Menjaga penampilan gigi, seperti menghilangkan kesan kusam pada gigi dan menghilangkan noda atau bercak pada permukaan gigi.

Selain itu, scaling gigi juga bermanfaat untuk untuk meminimalisir resiko beberapa penyakit, di antaranya:

  • Radang gusi atau gingivitis. Karang gigi yang semakin menebal dan mengeras bisa melukai gusi sehingga menyebabkan gingivitis. Akibatnya gusi menjadi bengkak dan mudah berdarah.
  • Periodontitis. Merupakan kondisi gingivitis yang lebih parah. Periodontitis menyebabkan munculnya celah antara gigi dan gusi, yang bisa menjadi sarang bakteri dan memicu kerusakan yang lebih buruk, seperti pengikisan tulang gigi, menyebabkan gigi lepas, bahkan menyebabkan kerusakan di jaringan penopang gusi.
  • Penyakit jantung. Periodontitis ternyata bisa memicu munculnya penyakit jantung. Bakteri dari mulut bisa menyebar ke seluruh anggota tubuh melalui jaringan darah. Salah satu yang paling memungkinkan untuk terkena dampaknya ialah gangguan pada katup jantung.

Persiapan untuk Scaling Gigi

Apakah kini anda tertarik untuk melakukan scaling gigi? Jika iya, berikut hal-hal yang perlu anda persiapkan.

Pertama, anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Anda bisa segera melakukan konsultasi pertama bersama dokter kami di I’m Dental Specialist Clinic. Tenaga professional kami didukung dengan peralatan mutakhir, siap memberikan pengalaman scaling gigi yang memuaskan bagi anda.

Dalam sesi konsultasi, dokter gigi akan memerikan kondisi kesehatan gigi dan mulut anda. Anda perlu menceritakan riwayat penyakit, alergi maupun obat-obatan yang anda konsumsi saat ini. Terutama di bagian riwayat penyakit, harus anda ceritakan secara jelas dan terperinci. Hal ini dikarenakan kondisi kesehatan tertentu bisa menjadi pertimbangan untuk menunda atau mengaplikasikan treatment khusus dalam scaling gigi. Misalnya saja ika anda memiliki kelainan pada darah.

Kemudian, dokter gigi akan memeriksa di mana saja lokasi karang gigi di dalam mulut anda. Umumnya dokter bisa memeriksa secara manual dengan cermin kecil. Di Klinik Gigi IM Dental Specialist, dokter gigi akan menunjukkan kondisi gigi secara digital di Layar monitor televisi. Namun untuk mendapat gambaran yang lebih lengkap, dokter gigi juga bisa menggunakan rontgen.

Prosedur Scaling Gigi

Scaling gigi biasanya hanya memakan waktu sekitar 30 hingga 120 menit, tergantung dari seberapa parah kondisi karang gigi anda. Semakin banyak plak atau karang gigi, tentu prosesnya menjadi semakin lama. Namun tak perlu khawatir karena proses scaling gigi tidak memerlukan rawat inap.

Karang gigi pertama yang dituju biasanya adalah karang gigi di antara gusi dan dasar mahkota gigi. Karang gigi di sini biasanya menempel pada gusi, sehingga begitu area ini dirontokkan, bagian atasnya akan ikut terkelupas dari permukaan gigi. Proses ini disebut juga dengan scaling subgingival.

Selain itu, dokter gigi juga akan melakukan root planning apabila ternyata anda memiliki penyakit gusi atau periodontitis. Fungsi dari root planning adalah untuk menghaluskan akar gigi agar gusi dapat menempel kembali.

Selanjutnya dokter gigi akan meminta anda untuk berkumur beberapa kali untuk mengeluarkan karang gigi yang tersisa. Terakhir, dokter akan melakukan poles gigi untuk meminimalisir noda yang diakibatkan oleh karang gigi di permukaan gigi anda.

Pemulihan Setelah Scaling Gigi

Setelah scaling gigi, mungkin anda akan merasakan rasa yang tidak nyaman, seperti gusi bengkak maupun nyeri. Biasanya dokter gigi akan meminta anda untuk tidak makan ataupun minum sekitar satu jam setelah proses scaling gigi. Rasa tidak nyaman ini akan hilang seiring dengan perjalanan waktu. Anda juga bisa mendapat obat pereda rasa nyeri apabila rasa sakitnya tak tertahankan.

Selain itu untuk mempecepat proses penyembuhan, dokter bisa memberikan atibiotik dan obat kumur khusus. Pastikan anda mengkonsumsi antibiotik tepat sesuai dosis yang disarankan dokter, tidak lebih dan tidak kurang.

Scaling gigi bisa meminimalisir kerusakan gigi yang lebih parah di masa depan. Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan kondisi gigi anda saat ini. Silahkan menghubungi nomor di atas untuk melakukan pemeriksaan bersama IM Dental Specialist Clinic.

Sumber referensi:
https://hellosehat.com/gigi-mulut/perawatan-oral/scaling-gigi/

Gigi Anda Perlu Dicabut? Perhatikan Hal-hal Berikut Ini

Apakah anda pernah merasakan rasa sakit pada gigi yang tak tertahankan?

Sebagian orang menghadapi peristiwa tersebut dan bisa jadi, pertanyaan pertama yang terlintas adalah: apakah gigi saya perlu dicabut untuk menghilangkan rasa sakit ini?

Untuk menjawabnya, mari kita bedah seluk beluk pencabutan gigi berikut ini.

Mengenal Definisi Pencabutan Gigi

Prosedur pencabutan gigi memiliki arti membedah dan mengangkat, atau mencabut atau ekstraksi di dalam area gigi dan mulut, dengan menggunakan alat bantu tertentu. Pencabutan gigi yang ideal diharapkan bisa mengangkat gigi secara utuh, di mana rasa sakit yang dialami pasien bisa seminimal mungkin, serta luka yang ditimbulkan setelahnya bisa sembuh dalam waktu dan cara yang normal. Dan tentu saja, tidak menimbulkan masalah apalagi komplikasi setelah gigi selesai tercabut.

Alasan Melakukan Pencabutan Gigi

Prosedur pencabutan gigi bersifat irreversible atau tidak bisa dikembalikan seperti sedia kala, sehingga keputusan ini harus diambil secara hati-hati. Beberapa kondisi yang membutuhkan prosedur pencabutan gigi diantaranya adalah :
• susunan gigi yang berjejal,
• gigi goyang akibat penyakit gusi,
• gigi patah yang menyebabkan infeksi
• gigi dengan karies atau lubang yang parah,
• masalah serius pada akar gigi.

Selain itu, beberapa prosedur perawatan gigi lainnya juga membutuhkan pencabutan gigi. Misalnya saja untuk prosedur pemasangan kawat gigi konvensional.

Proses Pencabutan Gigi

Pencabutan gigi bisa dilakukan teknik sederhana atau dengan teknik pembedahan. Teknik sederhana pencabutan gigi dilakukan apabila mahkota gigi terlihat jelas oleh mata. Dokter akan menggunakan bius lokal, kemudian mencabut gigi dengan bantuan alat pengungkit dan tang khusus gigi.

Sedangkan pencabutan gigi melalui jalur operasi atau pembedahan biasanya dilakukan apabila mahkota gigi tidak terlihat jelas, misalnya jika gigi patah atau gigi tumbuh miring. Umumnya masih menggunkan bius lokal, walaupun tidak menutup kemungkinan akan menggunakan bius total untuk kondisi tertentu. Dokter gigi akan membedah gusi dan jaringan tulang di sekitar gigi terlebih dahulu.

Teknik mana yang perlu anda tempuh untuk mencabut gigi? Jawabannya tentu tergantung dari kondisi anda sendiri serta hasil diskusi anda bersama dokter gigi. Segera konsultasikan kondisi anda saat ini bersama Klinik Imdental, dengan menguhubungi nomor di bawah laman ini.

Menunda Prosedur Pencabutan Gigi

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan prosedur pencabutan gigi harus ditunda, atau disebut juga kontraindikasi pencabutan gigi. Kontraindikasi pencabutan gigi dibagi menjadi faktor lokal dan faktor sistemik.

Faktor lokal bisa disebabkan karena adanya infeksi gusi, posisi gigi yang akan dicabut berdekatan dengan jaringan tumor ganas, atau adanya retak pada tulag rahang.

Sedangkan faktor sistemik bisa disebabkan karena penyakit diabetes, darah tinggi, penyakit jantung, kehamilan, kelainan darah, dll. Oleh karena itu, penting bagi pasien untuk terbuka akan kondisi kesehatannya kepada dokter gigi. Begitu pula apabila pasien sedang mengkonsumsi obat tertentu, khususnya aspirin atau obat pengencer darah. Hal ini dikarenakan obat pengencer darah bisa memperparah pendarahan setelah proses pencabutan gigi.

Tips Perawatan Setelah Pencabutan Gigi

Trauma atau luka pada jaringan di sekitar gigi yang dicabut adalah hal yang tak terhindarkan. Namun anda tak perlu khawatir. Berikut beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk membantu proses pemulihan:

• Gigit kasa steril di area gigi yang baru saja dicabut. Kasa tersebut berfungsi untuk menghentikan pendarahan dan membentuk bekuan darah. Ganti kasa dengan kasa baru, ketika kasa sudah terasa basah.
• Jangan mengunyah makanan di area gigi yang baru dicabut, untuk meminimalisir rasa sakit.
• Hindari kegiatan dalam mulut yang berlebihan, seperti menyeruput, berkumur atau meludah dengan keras. Atau setidaknya, jangan melakukan hal-hal tersebut terlalu sering. Alasannya adalah kegiatan-kegiatan tersebut dapat menyebabkan alveolat osteitis atau pemecahan bekuan darah, serta dapat menimbulkan rasa nyeri.
• Tetap menyikat gigi dan berkumur, namun lakukan dengan pelan agar bekuan darah tidak terbuang. Hindari menyikat di area gusi yang luka.
• Hindari makanan dan minuman panas, karena bisa memperlambat pembekuan darah. Untuk alasan yang sama, konsumsi air dingin justru dianjurkan.
• Utamakan konsumsi makanan yang lunak, setidaknya selama satu minggu setelah gigi dicabut. Jangan lupa untu memilih makanan sehat dan bergizi.
• Hindari konsumsi alkohol dan merokok selama 24 jam setelah prosedur pencabutan, karena dapat memperlambat proses penyembuhan.
• Kompres pipi dengan handuk dingin apabila terjadi pembengkakan. Lakukan selama 10 menit.
• Patuh mengkonsumsi obat yang diberikan dokter.

Walaupun terlihat menyakitkan, mencabut gigi bisa jadi menjadi solusi akan masalah gigi anda saat ini. Tak perlu khawatir, karena kini Klinik IM Dental Specialist hadir untuk mendampingi anda. Ortodontist profesional kami siap sedia memberikan pelayanan gigi terbaik bagi anda.

Segera hubungi kontak kami untuk konsultasi pertama bersama kami.