Category: Kesehatan Gigi

Pentingnya Dokter Gigi untuk Kesehatan Mulut

Dokter gigi adalah profesional medis yang berfokus pada perawatan kesehatan gigi, gusi, dan mulut. Mereka memiliki keahlian dalam mendiagnosis dan mengobati berbagai masalah mulut, seperti gigi berlubang, infeksi gusi, serta memberikan perawatan pencegahan.

Peran utama dokter gigi meliputi pemeriksaan rutin, pembersihan gigi, penambalan, serta prosedur lebih kompleks seperti pencabutan gigi dan perawatan saluran akar. Mereka juga memberikan edukasi tentang pentingnya kebersihan gigi dan cara menjaga kesehatan mulut.

Mengunjungi dokter gigi secara rutin sangat penting untuk deteksi dini masalah gigi, pencegahan infeksi, dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Gigi yang sehat mendukung penampilan, fungsi makan, dan berbicara yang optimal.

Perawatan Gigi yang Wajib Dilakukan Setiap Tahun untuk Menjaga Gigi Sehat

Untuk menjaga senyum yang sehat, perawatan gigi yang tepat sangat penting. Berikut beberapa perawatan gigi yang perlu dilakukan setiap tahun:

Pemeriksaan Rutin ke Dokter Gigi
Kunjungan ke dokter gigi setidaknya sekali setahun untuk memeriksa kondisi gigi, gusi, dan mulut. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi masalah seperti gigi berlubang atau penyakit gusi sejak dini.

Pembersihan Gigi (Scaling)
Scaling membantu menghilangkan plak dan karang gigi yang dapat menyebabkan penyakit gusi atau bau mulut. Biasanya dilakukan setahun sekali atau lebih tergantung kondisi kebersihan gigi.

Pemutihan Gigi (Whitening)
Jika gigi mulai menguning, konsultasikan dengan dokter gigi untuk pemutihan gigi yang aman. Ini akan membantu memperbaiki warna gigi dan meningkatkan rasa percaya diri.

Perawatan Gusi
Penyakit gusi dapat merusak gigi, jadi pemeriksaan gusi penting untuk mencegah peradangan atau infeksi. Menyikat gigi dengan benar dan menggunakan benang gigi secara rutin dapat membantu menjaga gusi tetap sehat.

Pencegahan Gigi Berlubang
Untuk mencegah gigi berlubang, gunakan pelapis gigi (sealant) dan rutin membersihkan gigi dengan baik. Segera periksakan gigi jika ada gejala masalah gigi.

Pola Makan Sehat
Menghindari makanan manis dan asam, serta mengonsumsi makanan bergizi, sangat baik untuk kesehatan gigi. Dokter gigi dapat memberi saran tentang pola makan yang baik untuk gigi.

Dengan perawatan rutin dan kebiasaan baik, Anda dapat menjaga kesehatan gigi dan memiliki senyum yang sehat sepanjang tahun.

Perawatan Gigi Anak-Anak

Kesehatan gigi dan merupakan hal yang penting dilakukan sejak usia dini. Pada usia anak-anak, kesehatan gigi sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Jika tidak diperhatikan, dapat menyebabkan permasalahan seperti kesulitan makan hingga gangguan berkomunikasi.

Peran orang tua sangat penting dalam perawatan gigi anak-anak, karena belum adanya kesadaran anak-anak dalam menjaga kesehatan mulut. Hal pertama yang dapat dilakukan orang tua adalah mengajarkan anak untuk selalu menjaga kebersihan mulut dengan cara menyikat gigi. Anak-anak cenderung menyikat gigi dengan asal-asalan. Di sini orang tua dapat mendampingi dan mencontohkan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Jangan biarkan anak melewatkan sikat gigi yang harus dilakukan setiap pagi setelah makan dan malam sebelum tidur, serta gunakan sikat dan pasta gigi yang tepat.

Umumnya, anak-anak menyukai makanan dan minuman yang manis. Sisa makanan dan minuman manis ini dapat dimanfaatkan oleh bakteri penyebab kerusakan gigi untuk berkembang. Orang tua sebaiknya membatasi konsumsi makanan dan minuman manis dan mengajarkan anak untuk berkumur setelah mengkonsumsinya. Begitu pula dengan obat-obatan anak, seperti sirup obat yang biasanya manis. Untuk penggunaan obat jangka panjang, orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter gigi terlebih dahulu mengenai frekuensi membersihkan gigi yang baik.

Terakhir, orang tua dapat memeriksakan anaknya ke dokter gigi secara rutin. Membawa anak ke dokter gigi sejak dini dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan kerusakan gigi dan agar kesehatan giginya selalu terkontrol.

Lingual Braces: Solusi Tersembunyi untuk Merapikan Gigi 

Ingin merapikan gigi tanpa khawatir terlihat menggunakan kawat gigi? Lingual braces dapat menjadi solusi yang tepat. Jenis kawat gigi ini dipasang di bagian belakang gigi, sehingga tidak terlihat saat Anda tersenyum atau berbicara. Keunikan ini menjadikannya pilihan populer, terutama bagi mereka yang mengutamakan penampilan selama menjalani perawatan ortodontik. 

Apa Itu Lingual Braces? 

Lingual braces adalah jenis kawat gigi yang dipasang di sisi dalam gigi, menghadap lidah. Berbeda dengan kawat gigi konvensional yang dipasang di depan gigi, lingual braces bekerja dengan cara yang sama namun lebih tersembunyi dari pandangan. 

Keunggulan Lingual Braces 

  1. Sepenuhnya Tak Terlihat 

Karena dipasang di bagian belakang gigi, lingual braces menawarkan solusi ortodontik yang tidak mengganggu penampilan. 

  1. Hasil yang Efektif 

Lingual braces mampu menangani berbagai masalah ortodontik seperti gigi berjejal, overbite, underbite, atau celah di antara gigi, dengan hasil yang sama baiknya seperti kawat gigi konvensional. 

  1. Cocok untuk Profesional dan Publik Figur 

Jenis kawat gigi ini sangat populer di kalangan orang dewasa, terutama mereka yang bekerja di bidang yang menuntut penampilan prima, seperti artis, model, atau presenter. 

Kekurangan Lingual Braces 

  1. Lebih Sulit Beradaptasi 

Karena letaknya di belakang gigi, lingual braces dapat menyebabkan iritasi pada lidah, terutama di minggu-minggu awal perawatan. 

  1. Perawatan yang Lebih Rumit 

Membersihkan lingual braces memerlukan perhatian ekstra, karena lokasinya sulit dijangkau dengan sikat gigi biasa. 

Tips Perawatan Lingual Braces 

Untuk memastikan perawatan dengan lingual braces berjalan lancar, berikut beberapa tips yang bisa diikuti: 

  • Gunakan sikat gigi elektrik untuk membantu membersihkan area sulit dijangkau. 
  • Bersihkan sela-sela gigi dengan dental floss atau water flosser secara rutin. 
  • Hindari makanan keras atau lengket yang dapat merusak kawat atau braket. 
  • Gunakan obat kumur antiseptik untuk menjaga kebersihan mulut. 

Kesimpulan 

Lingual braces merupakan solusi inovatif bagi siapa pun yang ingin merapikan gigi tanpa mengorbankan penampilan. Dengan disiplin merawat kebersihan dan kesabaran selama masa adaptasi, Anda dapat menikmati hasil akhir berupa gigi yang rapi dan senyum yang sempurna. 

Lingual braces adalah pilihan ideal bagi mereka yang ingin menjalani perawatan ortodontik tanpa terlihat menggunakan kawat gigi. Namun, karena biaya dan tingkat kesulitan perawatan yang lebih tinggi, konsultasikan terlebih dahulu dengan ortodontis Anda untuk mengetahui apakah jenis kawat gigi ini sesuai dengan kebutuhan Anda. 

6 Alasan Pentingnya Membiasakan Perawatan Gigi Sederhana Pada Si Kecil Sejak Dini

Merawat gigi sejak dini adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan. Walaupun kadang tidak mudah, tiap orang tua perlu tekun dan konsisten membiasakannya sejak dini, demi kebaikan anak di masa depan.

Manfaat Merawat Gigi Sejak Dini

Merawat gigi sejak dini memberikan berbagai manfaat jangka panjang bagi kesehatan gigi dan mulut seseorang, di antaranya yaitu:

• Mencegah Karies Gigi. Menyikat gigi secara teratur dan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride membantu membersihkan plak dan mencegah pembentukan lubang gigi atau karies.
• Mengurangi Risiko Penyakit Gusi. Merawat gigi sejak dini juga membantu mengurangi risiko penyakit gusi seperti gingivitis dan periodontitis. Menyikat gigi secara teratur membantu menghilangkan plak yang dapat menyebabkan peradangan pada gusi.
• Memelihara Gigi yang Kuat dan Sehat. Dengan menerapkan kebiasaan merawat gigi sejak dini, gigi akan tetap kuat dan sehat. Sehingga dapat membantu mencegah kerusakan gigi, patah gigi, atau kehilangan gigi di masa depan.
• Mendukung Fungsi Pencernaan. Gigi sehat dapat membantu proses pencernaan yang lebih baik. Dengan memiliki gigi yang kuat dan berfungsi dengan baik, seseorang dapat mengunyah makanan secara efisien, yang pada gilirannya membantu dalam pencernaan makanan.
• Menjaga Kesehatan Umum. Penelitian telah menunjukkan adanya hubungan antara kesehatan gigi dan kondisi kesehatan umum seperti penyakit jantung, diabetes, dan penyakit periodontal. Dengan merawat gigi sejak dini, seseorang dapat membantu menjaga kesehatan umumnya juga.
• Membantu Menghindari Biaya Perawatan Gigi yang Mahal. Merawat gigi secara teratur dan mencegah masalah gigi, adalah lebih baik daripada harus menghadapi biaya perawatan gigi yang mahal di kemudian hari, karena masalah gigi yang terabaikan.

Kebiasaan Baik Merawat Gigi Sejak Dini

Berikut adalah beberapa kebiasaan-kebiasaan merawat gigi yang penting untuk diperkenalkan dan diamalkan sejak dini:

• Sikat Gigi Rutin. Anak-anak perlu diajarkan untuk menyikat gigi setidaknya dua kali sehari, pagi dan malam sebelum tidur. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk membantu melindungi gigi dari kerusakan.
• Pemilihan Sikat Gigi yang Tepat. Pastikan anak menggunakan sikat gigi yang sesuai dengan usia dan ukuran mulut mereka. Sikat gigi yang lembut dan sesuai dengan ukuran mulutnya akan membantu membersihkan gigi dengan efektif tanpa melukai gusi.
• Pemantauan Gigi. Orang tua harus membimbing anak-anak mereka dalam memeriksa kondisi gigi mereka sendiri. Ajarkan mereka untuk melihat adanya plak atau tanda-tanda masalah gigi lainnya.
• Kunjungan Rutin ke Dokter Gigi. Bawa anak Anda untuk pemeriksaan gigi rutin setidaknya dua kali setahun. Dokter gigi akan memeriksa kesehatan gigi anak dan memberikan saran yang diperlukan.
• Makanan Sehat. Ajarkan anak untuk makan makanan sehat dan membatasi konsumsi makanan manis atau berlemak yang dapat menyebabkan kerusakan gigi. Anak-anak juga harus minum air secara teratur untuk membilas sisa makanan dan minuman yang dapat menyebabkan pembusukan gigi.
• Contoh dari Orang Tua. Orang tua harus menjadi contoh yang baik dalam merawat gigi mereka sendiri. Anak-anak cenderung meniru apa yang dilihat mereka dari orang tua mereka.
• Edukasi tentang Pentingnya Kesehatan Gigi. Ajarkan anak-anak tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan dampak yang mungkin terjadi jika mereka tidak merawat gigi dengan baik.

Dengan memperkenalkan dan mendorong kebiasaan merawat gigi sejak dini, anak-anak dapat mengembangkan kebiasaan yang baik yang akan mereka pertahankan sepanjang hidup mereka.

Tips Mengajak Anak-Anak Konsisten Merawat Gigi

Mengajak anak untuk disiplin dalam merawat gigi bisa menjadi tantangan, tetapi ada beberapa tips yang dapat membantu para orang tua. Di antaranya yaitu:

• Ajak Anak Berbelanja. Bawa anak Anda saat membeli sikat gigi dan pasta gigi. Biarkan mereka memilih sendiri produk yang mereka sukai, mungkin dengan gambar karakter kartun favorit mereka atau warna yang menarik.
• Jadikan Sebagai Rutinitas. Buatlah kegiatan menyikat gigi sebagai bagian dari rutinitas harian yang tetap, seperti sebelum tidur malam dan setelah bangun tidur di pagi hari.
• Gunakan Metode Permainan. Buatlah menyikat gigi menjadi kegiatan yang menyenangkan dengan memperkenalkan lagu-lagu atau permainan yang berkaitan dengan menyikat gigi. Misalnya, buatlah lomba untuk melihat siapa yang bisa menyikat gigi dengan baik selama dua menit penuh.
• Berikan Pujian dan Hadiah. Beri penghargaan atau hadiah kepada anak setelah mereka selesai menyikat gigi dengan baik. Ini bisa berupa pujian verbal, stiker, atau poin yang bisa ditukarkan dengan hadiah kecil.
• Terapkan Teknik Permainan. Misalnya, Anda bisa menciptakan karakter “Monster Plak” dan berbicara tentang bagaimana sikat gigi adalah senjata utama untuk melawan monster tersebut.
• Berikan Penjelasan yang Sederhana. Jelaskan dengan cara yang sederhana mengapa merawat gigi itu penting dan apa yang bisa terjadi jika mereka tidak merawat gigi dengan baik. Hindari bahasa yang terlalu rumit dan gunakan istilah yang mudah dimengerti oleh anak-anak.
• Ajak ke Klinik Gigi Ramah Anak. Pastikan fasilitas kesehatan gigi yang akan dikunjungi anak Anda memiliki teknologi dan pelayanan yang baik, teruatama terhadap pasien anak-anak. Salah satunya, Anda bisa membawa putra putri Anda ke IM Dental Specialist Clinic, klinik gigi spesialis di Semarang, dimana kami telah melayani pasien dari beragam golongan usia selama belasan tahun. Temukan alamat dan nomor kami di atas laman ini.

Dengan menggunakan kombinasi dari beberapa tips ini, Anda dapat membantu anak Anda mengembangkan kebiasaan yang baik dalam merawat gigi mereka. Ingatlah bahwa kesabaran dan konsistensi sangat penting dalam membentuk kebiasaan baru, demi masa depan anak yang lebih baik.

Mengenal Perawatan Saluran Akar Gigi

Perawatan saluran akar gigi, atau dikenal juga sebagai perawatan endodontik, adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengobati infeksi pada jaringan lunak di dalam saluran akar gigi. Infeksi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti karies gigi yang parah, trauma gigi, atau penyakit gusi yang tidak diobati.

Perawatan saluran akar bertujuan untuk membersihkan saluran akar dari bakteri dan jaringan yang terinfeksi, serta mencegah atau mengobati abses gigi.

Kapan Perlu Melakukan Perawatan Saluran Akar Gigi?

Perawatan saluran akar gigi biasanya diperlukan ketika jaringan lunak di dalam saluran akar gigi mengalami infeksi atau iritasi yang signifikan. Beberapa kondisi atau situasi yang mungkin memerlukan perawatan saluran akar gigi meliputi:

  • Karies Gigi yang Parah. Karies gigi yang tidak diobati dapat menyebar ke pulpa gigi (jaringan lunak di dalam gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah), menyebabkan infeksi dan nyeri yang parah.
  • Abses Gigi. Infeksi yang tidak diobati dalam saluran akar gigi dapat menyebabkan pembentukan abses gigi, yang merupakan kantung nanah yang terbentuk di dalam atau di sekitar akar gigi. Ini dapat menyebabkan nyeri hebat dan pembengkakan.
  • Trauma Gigi. Cedera atau trauma pada gigi dapat merusak saraf gigi dan menyebabkan infeksi. Perawatan saluran akar mungkin diperlukan untuk mengatasi kerusakan ini.
  • Pengobatan Gigi yang Berulang. Beberapa gigi yang telah mendapatkan perawatan restoratif sebelumnya mungkin memerlukan perawatan saluran akar jika masalah terus berlanjut.
  • Gigi yang Mati atau Terinfeksi. Gigi yang mengalami kematian pulpa atau infeksi yang tidak dapat diatasi dengan cara lain mungkin memerlukan perawatan saluran akar.
  • Gejala Nyeri dan Sensitivitas yang Berkelanjutan. Jika Anda mengalami nyeri gigi yang berkepanjangan, sensitivitas terhadap panas atau dingin, atau gejala lain yang mengindikasikan masalah pada pulpa gigi, perawatan saluran akar mungkin diperlukan.

Prosedur Perawatan Saluran Akar Gigi

Berikut adalah prosedur umum dalam perawatan saluran akar gigi:

  1. Diagnosa
    Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan klinis dan mungkin juga menggunakan sinar-X untuk menentukan apakah perawatan saluran akar diperlukan. Gejala yang menunjukkan perlunya perawatan ini termasuk nyeri hebat, pembengkakan, sensitivitas terhadap panas atau dingin, atau perubahan warna pada gigi.
  2. Anestesi
    Sebelum memulai perawatan, area sekitar gigi yang akan diobati akan diberikan anestesi lokal untuk memastikan pasien merasa nyaman selama prosedur.
  3. Isolasi
    Dokter gigi akan meletakkan pelindung karet (rubber dam) di sekitar gigi yang akan diobati. Ini bertujuan untuk menjaga area tersebut tetap kering dan bebas dari saliva, sehingga prosedur dapat dilakukan dengan lebih baik.
  4. Pembersihan Saluran Akar
    Dokter gigi akan mengakses saluran akar gigi dan membersihkannya dari jaringan mati, bakteri, dan debris. Proses ini dapat melibatkan penggunaan instrumen khusus dan bahan kimia untuk membantu membersihkan saluran akar.
  5. Pengisian Saluran Akar
    Setelah saluran akar bersih, dokter gigi akan mengisi saluran dengan bahan pengisian khusus untuk mencegah bakteri masuk kembali ke dalam saluran. Biasanya, gutta-percha adalah bahan yang digunakan untuk pengisian ini.
  6. Restorasi Gigi
    Setelah perawatan saluran akar selesai, gigi yang diobati akan membutuhkan restorasi lebih lanjut, seperti penempatan mahkota gigi, untuk memberikan perlindungan dan kekuatan tambahan.
  7. Tindak Lanjut
    Dokter gigi dapat merekomendasikan pengambilan sinar-X kontrol setelah beberapa waktu untuk memastikan bahwa perawatan berhasil dan tidak ada tanda-tanda infeksi yang kembali.

Perawatan Pasca Prosedur

Setelah prosedur perawatan saluran akar gigi (endodontik), penting bagi pasien untuk memperhatikan hal-hal berikut ini:

  • Minum Obat yang Diresepkan. Dokter gigi mungkin meresepkan antibiotik atau obat penghilang rasa sakit untuk membantu mengatasi infeksi dan mengurangi nyeri pascaoperasi. Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan dan mengonsumsi obat sesuai resep dokter.
  • Hindari Mengunyah pada Sisi yang Diobati. Hindari mengunyah makanan pada sisi gigi yang baru saja diobati. Ini memberikan waktu untuk memastikan pengisian saluran akar dapat menyusut dan mengeras dengan baik.
  • Hindari Makanan atau Minuman yang Sangat Panas atau Dingin. Sementara gigi Anda masih sensitif, hindari makanan atau minuman yang sangat panas atau dingin untuk menghindari ketidaknyamanan.
  • Jaga Kebersihan Mulut. Tetap menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara lembut dan menggunakan benang gigi. Namun, hindari menyikat gigi di area yang baru diobati dengan terlalu kuat untuk menghindari gangguan pada pengisian saluran akar.
  • Hindari Merokok dan Minuman Beralkohol. Merokok dan minuman beralkohol dapat menghambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko komplikasi.
  • Kembali untuk Pemeriksaan Lanjutan. Pastikan untuk mengikuti jadwal pemeriksaan yang direkomendasikan oleh dokter gigi Anda. Pemeriksaan lanjutan dibutuhkan untuk memastikan bahwa gigi dan saluran akar sembuh dengan baik.

Perawatan saluran akar gigi sebaiknya dilakukan oleh dokter gigi atau endodontis, yang merupakan spesialis dalam perawatan pulpa gigi dan saluran akar.

IM Dental Spesialist Clinic memiliki jajaran dokter gigi terbaik, serta peralatan yang mumpuni untuk memberikan hasil yang terbaik di setiap perawatan gigi Anda. Segera hubungi nomor di atas ini untuk konsultasi pertama Anda.

Apakah Gigi Berlubang Harus Ditambal?

Perawatan di dokter gigi sangat identik dengan tambal gigi. Seolah-olah kebanyakan permasalahan gigi akan diselesaikan dengan prosedur tambal gigi. Benarkah demikian?

Mengapa Tambal Gigi Diperlukan?

Tambal gigi dilakukan ketika mahkota gigi dalam keadaan kurang sempurna, seperti berlubang, patah maupun aus. Seperti namanya, prosedur penambalan gigi berfungsi untuk mengisi atau membentuk kembali mahkota gigi agar berbentuk dan berfungsi secara ideal.

Di kasus gigi berlubang, penambalan gigi bisa dilakukan jika gigi masih berpotensi untuk diselamatkan. Namun jika gigi berlubang terlalu parah, anda mungkin akan berhadapan dengan opsi pencabutan gigi.

Penambalan gigi mungkin bisa membawa rasa tidak nyaman atau ngilu di area mulut. Namun anda tidak perlu khawatir karena di tangan tenaga professional, tambal gigi adalah prosedur yang aman dilakukan.

Macam Tambal Gigi

Tambal gigi terbagi menjadi dua jenis, yakni tambal gigi sementara dan tambal gigi permanen. Tambal gigi sementara menggunakan bahan yang cukup lunak, sehingga hanya bisa bertahan selama beberapa minggu saja. Tujuan tambal gigi sementara yaitu mencegah meluasnya kerusakan atau lubang gigi.

Biasanya pasien yang mendapat tambal gigi sementara akan mendapatkan jadwal check-up untuk sesi pemeriksaan selanjutnya. Dari sini dokter akan menentukan apakah anda tambal gigi anda sudah cukup efektif, atau anda perlu mendapatkan tambal gigi tambahan.

Sementara itu tambal gigi permanen biasanya diaplikasikan untuk kasus yang lebih parah. Ketahanannya bisa bertahan hingga bertahun-tahun, bergantung dari jenis material yang digunakan untuk menambal gigi.

Bahan Penambal Gigi

Ada beberapa bahan atau material yang bisa dipilih untuk menambal gigi. Dasar pemilihan biasanya dipengaruhi oleh biaya, lama ketahanan dan warna bahan penambal atau efek estetikanya.

Bahan Tambal Gigi dari Amalgam

Amalgam terbuat dari campuran beberapa jenis logam, seperti merkuri, perak, timah, tembaga dll. Warnanya perak sehingga lebih sering digunakan untuk menambal gigi bagian belakang yang tidak terlalu terlihat. Tambal gigi dengan amalgam bisa bertahan 10 hingga 15 tahun. Kendati demikian, amalgam kini jarang direkomendasikan karena kandungan merrkurinya yang bisa membahayakan kesehatan tubuh.

Bahan Tambal Gigi dari Komposit Resin

Bahan tambal gigi dari komposit resin terbuat dari partikel plastik dan kaca halus. Komposit resin dikenal kuat dan mampu menyerupai warna gigi asli pasien. Aplikasi komposit resin sebagai bahan tambal gigi perlu menggunakan sinar cahaya biru yang berfungsi untuk mengeraskan partikel kompositnya.

Bahan Tambal Gigi dari Emas

Bukan emas murni yang akan digunakan pada gigi anda, mengingat emas memiliki karakteristik yang cukup lunak. Emas sebagai tambal gigi akan dipadukan dengan logam lain untuk meningkatkan kekuatannya, sehingga dapat bertahan 10 sampai 15 tahun. Bagi beberapa orang, tambalan gigi dari emas memberikan prestige tersendiri selayaknya mengenakan perhiasan emas.

Bahan Tambal Gigi dari Porselen

Porselen menjadi pilihan yang menjanjikan karena memiliki tampilan warna yang mendekati gigi asli. Oleh karena itu porselen biasa dipilih untuk menambal gigi bagian depan. Kekuatannya cenderung lemah dibandingkan material tambal gigi lain, di mana porselen hanya bisa bertahan hingga tujuh tahun.

Prosedur Tambal Gigi

Sebelum melakukan tambal gigi, dokter gigi akan memeriksa kesiapan kondisi gigi dan mulut anda terlebih dahulu. Jika dirasa belum siap, mungkin dokter anda akan mengambil tindakan awalan, seperti perawatan akar gigi, pembersihan jaringan mati, dll.

Selain itu, dokter gigi perlu memastikan gigi anda dalam keadaan bersih. Oleh karena itu, dokter gigi akan membersihkan semua jaringan karies, membersihakn gigi dari bakteri, sehingga hanya menyisakan area yang bersih dan permukaannya keras.

Selanjutnya, dokter gigi akan menutup lubang dengan material penambal gigi sehingga bentuk mahkota gigi kembali dalam bentuk idealnya. Tambalan ini akan dipoles hingga permukaannya halus dan nyaman bagi mulut dan lidah.

Cara Merawat Gigi yang Ditambal

Secara umum, dokter gigi akan meminta anda memperlakukan gigi tambalan anda yang masih baru dengan lembut dan hati-hati. Jangan menggunakannya untuk mengunyah terutama di beberapa jam awal setelah penambalan.


Selain itu, pada dasarnya anda diminta untuk menjaga kesehatan gigi sesuai dengan standarnya. Misalnya saja dengan :
• Menyikat gigi teratur dengan pasta gigi berfluoride
• Flossing menggunakan benang gigi, terutama jika tambalan bersentuhan dengan gigi sebelahnya.
• Melakukan pemeriksaan gigi rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali

Mewaspadai Kondisi Tambal Gigi yang Tidak Lagi Baik

Kendati tambal gigi permanen bisa bertahan hinga bertahun-tahun, perlu diingat kondisi tambal gigi bisa saja berubah. Apabila tepi tambalan terkikis, menghitam, atau sudah tidak lagi rapat dengan gigi, maka potensi gigi kembali bermasalah bisa jadi muncul. Bakteri bisa masuk ke celah tambalan gigi yang terbuka dan bisa menimbulkan masalah karies. Jika tidak segera ditangani dengan serius, akan menimbulkan infeksi pulpa gigi yang membutuhkan perawatan lebih seperti perawatan saluran akar gigi. Oleh karena itu, pastikan anda memiliki jadwal rutin ke dokter gigi yang membantu mengawasi kondisi gigi dan mulut anda dengan baik.

Apabila anda sedang mencari dokter gigi terpercaya, maka I’m Dental Spesialis Klinik adalah pilihan yang tepat. Ribuan pasien telah kami tangani dengan sepenuh hati, dibantu dengan tenaga medis professional dan fasilitas perawatan gigi yang mumpuni. Segera temukan alamat dan nomor telepon kami di atas laman ini.

Ketika Sakit Gigi Sudah Mengenai Syaraf, Apa yang Harus Dilakukan?

Permasalahan gigi ada banyak sekali macamnya. Salah satu yang paling populer adalah masalah gigi berlubang. Mungkin anda mengira gigi berlubang hanya perlu ditambal saja. Namun, bagaimana jika lubang gigi tersebut sudah mencapai syaraf gigi?

Mengapa Gigi Bisa Berlubang?

Gigi berlubang merupakan dampak dari kurangnya menjaga kesehatan gigi, seperti tidak rajin menggosok gigi, adanya sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi, atau banyak mengkonsumsi makanan manis. Beberapa orang juga memiliki kondisi khusus, di mana mereka lebih rentan mengalami gigi berlubang.

Pada dasarnya, karies atau gigi berlubang adalah kondisi ketika lapisan enamel gigi menjadi rusak. Diawali dengan kebersihan mulut dan gigi yang tidak terjaga, yang menimbulkan penumpukan bakteri di area tertentu. Bakteri-bakteri ini akan menghasilkan asam dan menyebabkan perubahan mineral pada gigi. Kondisi ini akan menyebabkan lapisan enamel menjadi rusak. Di kasus yang parah, bakteri dalam mulut tidak hanya mengikis enamel gigi, namun juga lapisan dentin dan pulpa gigi.

Gigi Berlubang Hingga Saluran Syaraf

Ketika kerusakan gigi anda sudah terlalu parah, ada kemungkinan karies gigi telah mencapai pulpa. Pulpa merupakan bagian tengah gigi yang berisi jaringan ikat dan pembuluh darah. Fungsi pulpa adalah membentuk dentin, mempertahankan gigi, memberi nutrisi, serta sebagai persarafan dan sensori. Dengan demikian, pulpa juga berfungsi untuk merasakan suhu panas atau dingin pada makanan.

Anda memerlukan tindakan khusus ketika karies gigi telah mencapai pulpa. Metode yang umum digunakan adalah perawatan saluran akar gigi atau root canal treatment. Secara garis besar, dokter gigi akan membuang isi pulpa, membersihkan rongga pulpa dan menambalnya untuk mencegah infeksi terjadi kembali.

Mengenal Perawatan Saluran Akar Gigi

Perawatan saluran akar gigi merupakan tindakan untuk mengangkat pulpa yang terinfeksi bakteri, mencegah terjadinya infeksi berulang, dan menghindari opsi cabut gigi. Perawatan ini tidak hanya diambil saat pasien mengalami karies gigi yang parah. Kondisi lain seperti gigi patah, mahkota gigi rusak, cedera di gigi, infeksi di pulpa atau pulpitis, juga membutuhkan perawatan saluran akar gigi.

Beberapa tanda anda membutuhkan perawatan saluran akar gigi di antaranya adalah ketika anda mengalami gigi nyeri dan ngilu yang menyebar ke rahang, gusi dan rahang yang bengkak, sakit gigi saat mengunyah makanan, atau tumbuhnya daging pada lubang gigi. Umumnya dokter gigi spesialis Konservasi gigi (drg Sp KG) / endodontist akan mengambil foto rontgen terlebih dahulu untuk memastikan kondisi ini.

Prosedur Perawatan Saluran Akar Gigi

Sebelum anda melakukan perawatan saluran akar gigi, pastikan anda telah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi spesialis konservasi gigi/endodontist terpercaya. Informasikan kepada dokter gigi anda apabila anda memiliki alergi terhadap obat bius lokal, memiliki riwayat penyakit jantung, maupun memiliki hipertensi atau diabetes yang tidak terkontrol. Informasi tersebut sangat penting bagi dokter untuk pengambilan tindakan selanjutnya.

Sebelum prosedur dimulai, anda akan diberikan bius lokal untuk mencegah nyeri berlebihan saat tindakan berlangsung. Perawatan saluran akar gigi dimulai dengan membuat lubang kecil di mahkota gigi untuk membersihkan rongga gigi yang terinfeksi. Kemudian endodontist / dokter gigi spesialis konservasi gigi akan mengangkat saraf dan pembuluh darah kecil di dalam gigi menggunakan jarum khusus bernama jarum endodonti. Tidak lupa dokter akan membersihkan jaringan yang terinfeksi untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Tindakan diakhiri dengan menambal lubang gigi untuk mencegah bakteri masuk kembali.

Setelah efek obat bius mereda, pasien akan merasakan nyeri. Namun anda tidak perlu khawatir karena endodontist / drg sp KG akan meresepkan obat anti nyeri untuk anda. Umumnya nyeri akan terasa antara 1 hingga 2 hari.

Pasien juga disarankan untuk tidak mengunyah dengan gigi yang baru saja diberikan tindakan untuk sementara waktu. Tentu saja, pasien juga akan dihimbau untuk menjaga kebersihkan rongga mulut, mengurangi minuman/makanan manis dan berhenti merokok.

Pentingnya Check-Up Sesudah Perawatan Saluran Akar Gigi

Memeriksakan kembali kondisi anda ke dokter gigi juga penting untuk menjaga kondisi anda tetap baik. Apabila setelah tindakan anda mengalami keluhan khusus seperti nyeri hebat di gigi atau gusi, gusi bengkak, sulit mengunyah, gigi goyang atau gigi patah, maka anda harus segera memeriksakan diri kembali ke dokter gigi untuk mendapatkan tindak lanjut.

Perlu dipahami bahwasannya tindakan perawatan saluran akar gigi ini juga memiliki resiko komplikasi. Di antaranya adalah infeksi berulang karena pulpa yang tidak bersih atau ada saluran akar yang tersembunyi, jarum endodonti yang menusuk atau menembus terlalu dalam, hingga retakan akar gigi yang tidak terdeteksi. Oleh karena itu, pastikan anda berkonsultasi dengan dokter gigi kepercayaan anda, baik sebelum maupun sesudah tindakan, untuk mencegah efek samping yang mungkin terjadi.

Kami di I’M Dental Specialist Clinic telah membantu ratusan pasien untuk mendapatkan kondisi kesehatan gigi yang lebih baik. Didukung oleh tenaga kesehatan handal, teknologi mumpuni dan dokter gigi yang telah menangani pasien selama belasan tahun, kami akan mengupayakan yang terbaik untuk kesehatan gigi anda. Temukan alamat dan nomor telepon klinik kami di atas laman ini.

Merontokkan Karang Gigi dengan Scaling Gigi

Mungkin anda pernah melihat video scaling gigi melewati timeline media sosial anda. Memang, melihat karang gigi rontok bisa jadi terlihat satisfying, kendati ada juga yang tidak suka melihatnya. Tapi tahukah anda mengapa kita membutuhkan prosedur scaling gigi?

Mengenal Scaling Gigi

Merupakan suatu prosedur untuk membersihkan karang gigi dengan menggunakan alat ultrasonic scanner. Karang gigi sendiri merupkan tumpukan plak di permukaan gigi yang mengeras, seiring dengan berjalannya waktu. Karena tekstur yang keras inilah karang gigi sulit dibersihkan, jika hanya mengandalkan sikat gigi maupun dental floss.

Karang gigi terlihat mengganggu penampilan karena warnanya yang cenderung kuning, coklat atau bahkan kehitaman. Karang gigi juga merupakan rumah dari bakteri dan sumber masalah dalam mulut, sehingga proses scaling gigi penting untuk dilakukan.

Untuk merontokkan karang gigi biasanya dokter menggunakan alat ultrasonic scaler. Alat ini merupakan pengembangan dari manual scaler. Pada dasarnya alat ini bekerja dengan getaran yang akan menggerus karang gigi. Jangkauannya cukup bagus, bahkan bisa memberishkan karang gigi di sekitar garis gusi.

Scaling gigi bisa dilakukan rutin setiap enam bulan sekali atau tergantung dari rekomendasi dokter.

Manfaat Scaling Gigi

Scaling gigi memiliki berbagai manfaat dasar, di antaranya:

  • Menghindari bau mulut (halitosis) karena bakteri mulut penyebab bau mulut bisa bersarang dalam karang gigi
  • Meminimalisir gigi berlubang
  • Meminimalisir gigi goyang atau bahkan gigi lepas, karena karang gigi bisa mengikis tulang penyangga gigi
  • Meminimalisir radang gusi
  • Menjaga penampilan gigi, seperti menghilangkan kesan kusam pada gigi dan menghilangkan noda atau bercak pada permukaan gigi.

Selain itu, scaling gigi juga bermanfaat untuk untuk meminimalisir resiko beberapa penyakit, di antaranya:

  • Radang gusi atau gingivitis. Karang gigi yang semakin menebal dan mengeras bisa melukai gusi sehingga menyebabkan gingivitis. Akibatnya gusi menjadi bengkak dan mudah berdarah.
  • Periodontitis. Merupakan kondisi gingivitis yang lebih parah. Periodontitis menyebabkan munculnya celah antara gigi dan gusi, yang bisa menjadi sarang bakteri dan memicu kerusakan yang lebih buruk, seperti pengikisan tulang gigi, menyebabkan gigi lepas, bahkan menyebabkan kerusakan di jaringan penopang gusi.
  • Penyakit jantung. Periodontitis ternyata bisa memicu munculnya penyakit jantung. Bakteri dari mulut bisa menyebar ke seluruh anggota tubuh melalui jaringan darah. Salah satu yang paling memungkinkan untuk terkena dampaknya ialah gangguan pada katup jantung.

Persiapan untuk Scaling Gigi

Apakah kini anda tertarik untuk melakukan scaling gigi? Jika iya, berikut hal-hal yang perlu anda persiapkan.

Pertama, anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Anda bisa segera melakukan konsultasi pertama bersama dokter kami di I’m Dental Specialist Clinic. Tenaga professional kami didukung dengan peralatan mutakhir, siap memberikan pengalaman scaling gigi yang memuaskan bagi anda.

Dalam sesi konsultasi, dokter gigi akan memerikan kondisi kesehatan gigi dan mulut anda. Anda perlu menceritakan riwayat penyakit, alergi maupun obat-obatan yang anda konsumsi saat ini. Terutama di bagian riwayat penyakit, harus anda ceritakan secara jelas dan terperinci. Hal ini dikarenakan kondisi kesehatan tertentu bisa menjadi pertimbangan untuk menunda atau mengaplikasikan treatment khusus dalam scaling gigi. Misalnya saja ika anda memiliki kelainan pada darah.

Kemudian, dokter gigi akan memeriksa di mana saja lokasi karang gigi di dalam mulut anda. Umumnya dokter bisa memeriksa secara manual dengan cermin kecil. Di Klinik Gigi IM Dental Specialist, dokter gigi akan menunjukkan kondisi gigi secara digital di Layar monitor televisi. Namun untuk mendapat gambaran yang lebih lengkap, dokter gigi juga bisa menggunakan rontgen.

Prosedur Scaling Gigi

Scaling gigi biasanya hanya memakan waktu sekitar 30 hingga 120 menit, tergantung dari seberapa parah kondisi karang gigi anda. Semakin banyak plak atau karang gigi, tentu prosesnya menjadi semakin lama. Namun tak perlu khawatir karena proses scaling gigi tidak memerlukan rawat inap.

Karang gigi pertama yang dituju biasanya adalah karang gigi di antara gusi dan dasar mahkota gigi. Karang gigi di sini biasanya menempel pada gusi, sehingga begitu area ini dirontokkan, bagian atasnya akan ikut terkelupas dari permukaan gigi. Proses ini disebut juga dengan scaling subgingival.

Selain itu, dokter gigi juga akan melakukan root planning apabila ternyata anda memiliki penyakit gusi atau periodontitis. Fungsi dari root planning adalah untuk menghaluskan akar gigi agar gusi dapat menempel kembali.

Selanjutnya dokter gigi akan meminta anda untuk berkumur beberapa kali untuk mengeluarkan karang gigi yang tersisa. Terakhir, dokter akan melakukan poles gigi untuk meminimalisir noda yang diakibatkan oleh karang gigi di permukaan gigi anda.

Pemulihan Setelah Scaling Gigi

Setelah scaling gigi, mungkin anda akan merasakan rasa yang tidak nyaman, seperti gusi bengkak maupun nyeri. Biasanya dokter gigi akan meminta anda untuk tidak makan ataupun minum sekitar satu jam setelah proses scaling gigi. Rasa tidak nyaman ini akan hilang seiring dengan perjalanan waktu. Anda juga bisa mendapat obat pereda rasa nyeri apabila rasa sakitnya tak tertahankan.

Selain itu untuk mempecepat proses penyembuhan, dokter bisa memberikan atibiotik dan obat kumur khusus. Pastikan anda mengkonsumsi antibiotik tepat sesuai dosis yang disarankan dokter, tidak lebih dan tidak kurang.

Scaling gigi bisa meminimalisir kerusakan gigi yang lebih parah di masa depan. Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan kondisi gigi anda saat ini. Silahkan menghubungi nomor di atas untuk melakukan pemeriksaan bersama IM Dental Specialist Clinic.

Sumber referensi:
https://hellosehat.com/gigi-mulut/perawatan-oral/scaling-gigi/

Gigi Anda Perlu Dicabut? Perhatikan Hal-hal Berikut Ini

Apakah anda pernah merasakan rasa sakit pada gigi yang tak tertahankan?

Sebagian orang menghadapi peristiwa tersebut dan bisa jadi, pertanyaan pertama yang terlintas adalah: apakah gigi saya perlu dicabut untuk menghilangkan rasa sakit ini?

Untuk menjawabnya, mari kita bedah seluk beluk pencabutan gigi berikut ini.

Mengenal Definisi Pencabutan Gigi

Prosedur pencabutan gigi memiliki arti membedah dan mengangkat, atau mencabut atau ekstraksi di dalam area gigi dan mulut, dengan menggunakan alat bantu tertentu. Pencabutan gigi yang ideal diharapkan bisa mengangkat gigi secara utuh, di mana rasa sakit yang dialami pasien bisa seminimal mungkin, serta luka yang ditimbulkan setelahnya bisa sembuh dalam waktu dan cara yang normal. Dan tentu saja, tidak menimbulkan masalah apalagi komplikasi setelah gigi selesai tercabut.

Alasan Melakukan Pencabutan Gigi

Prosedur pencabutan gigi bersifat irreversible atau tidak bisa dikembalikan seperti sedia kala, sehingga keputusan ini harus diambil secara hati-hati. Beberapa kondisi yang membutuhkan prosedur pencabutan gigi diantaranya adalah :
• susunan gigi yang berjejal,
• gigi goyang akibat penyakit gusi,
• gigi patah yang menyebabkan infeksi
• gigi dengan karies atau lubang yang parah,
• masalah serius pada akar gigi.

Selain itu, beberapa prosedur perawatan gigi lainnya juga membutuhkan pencabutan gigi. Misalnya saja untuk prosedur pemasangan kawat gigi konvensional.

Proses Pencabutan Gigi

Pencabutan gigi bisa dilakukan teknik sederhana atau dengan teknik pembedahan. Teknik sederhana pencabutan gigi dilakukan apabila mahkota gigi terlihat jelas oleh mata. Dokter akan menggunakan bius lokal, kemudian mencabut gigi dengan bantuan alat pengungkit dan tang khusus gigi.

Sedangkan pencabutan gigi melalui jalur operasi atau pembedahan biasanya dilakukan apabila mahkota gigi tidak terlihat jelas, misalnya jika gigi patah atau gigi tumbuh miring. Umumnya masih menggunkan bius lokal, walaupun tidak menutup kemungkinan akan menggunakan bius total untuk kondisi tertentu. Dokter gigi akan membedah gusi dan jaringan tulang di sekitar gigi terlebih dahulu.

Teknik mana yang perlu anda tempuh untuk mencabut gigi? Jawabannya tentu tergantung dari kondisi anda sendiri serta hasil diskusi anda bersama dokter gigi. Segera konsultasikan kondisi anda saat ini bersama Klinik Imdental, dengan menguhubungi nomor di bawah laman ini.

Menunda Prosedur Pencabutan Gigi

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan prosedur pencabutan gigi harus ditunda, atau disebut juga kontraindikasi pencabutan gigi. Kontraindikasi pencabutan gigi dibagi menjadi faktor lokal dan faktor sistemik.

Faktor lokal bisa disebabkan karena adanya infeksi gusi, posisi gigi yang akan dicabut berdekatan dengan jaringan tumor ganas, atau adanya retak pada tulag rahang.

Sedangkan faktor sistemik bisa disebabkan karena penyakit diabetes, darah tinggi, penyakit jantung, kehamilan, kelainan darah, dll. Oleh karena itu, penting bagi pasien untuk terbuka akan kondisi kesehatannya kepada dokter gigi. Begitu pula apabila pasien sedang mengkonsumsi obat tertentu, khususnya aspirin atau obat pengencer darah. Hal ini dikarenakan obat pengencer darah bisa memperparah pendarahan setelah proses pencabutan gigi.

Tips Perawatan Setelah Pencabutan Gigi

Trauma atau luka pada jaringan di sekitar gigi yang dicabut adalah hal yang tak terhindarkan. Namun anda tak perlu khawatir. Berikut beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk membantu proses pemulihan:

• Gigit kasa steril di area gigi yang baru saja dicabut. Kasa tersebut berfungsi untuk menghentikan pendarahan dan membentuk bekuan darah. Ganti kasa dengan kasa baru, ketika kasa sudah terasa basah.
• Jangan mengunyah makanan di area gigi yang baru dicabut, untuk meminimalisir rasa sakit.
• Hindari kegiatan dalam mulut yang berlebihan, seperti menyeruput, berkumur atau meludah dengan keras. Atau setidaknya, jangan melakukan hal-hal tersebut terlalu sering. Alasannya adalah kegiatan-kegiatan tersebut dapat menyebabkan alveolat osteitis atau pemecahan bekuan darah, serta dapat menimbulkan rasa nyeri.
• Tetap menyikat gigi dan berkumur, namun lakukan dengan pelan agar bekuan darah tidak terbuang. Hindari menyikat di area gusi yang luka.
• Hindari makanan dan minuman panas, karena bisa memperlambat pembekuan darah. Untuk alasan yang sama, konsumsi air dingin justru dianjurkan.
• Utamakan konsumsi makanan yang lunak, setidaknya selama satu minggu setelah gigi dicabut. Jangan lupa untu memilih makanan sehat dan bergizi.
• Hindari konsumsi alkohol dan merokok selama 24 jam setelah prosedur pencabutan, karena dapat memperlambat proses penyembuhan.
• Kompres pipi dengan handuk dingin apabila terjadi pembengkakan. Lakukan selama 10 menit.
• Patuh mengkonsumsi obat yang diberikan dokter.

Walaupun terlihat menyakitkan, mencabut gigi bisa jadi menjadi solusi akan masalah gigi anda saat ini. Tak perlu khawatir, karena kini Klinik IM Dental Specialist hadir untuk mendampingi anda. Ortodontist profesional kami siap sedia memberikan pelayanan gigi terbaik bagi anda.

Segera hubungi kontak kami untuk konsultasi pertama bersama kami.